Tekan Beban TPA, Makassar Bidik 11,3 Ton Sampah Organik Pasar

Makassar3 Dilihat

Makassarviral.com, Makassar, Selasa, 11/08/2026 — Pemerintah Kota Makassar memperkuat pengelolaan sampah pasar dengan menargetkan pengolahan 11,3 ton sampah organik per hari untuk menekan beban TPA.

Pemilahan Sampah dari Sumber Jadi Fokus Utama

Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumber. Hal ini disampaikannya dalam kunjungan ke Kantor Perumda Pasar Makassar.

Melinda mengapresiasi pembenahan yang dilakukan Perumda Pasar Makassar selama setahun terakhir. Namun, ia menilai pemilahan dari sumber menjadi kunci utama pengelolaan.

“Lebih dari 50 persen sampah pasar itu organik. Jadi kuncinya adalah pemilahan dari sumber,” kata Melinda, Selasa, 11/08/2026.

Menurutnya, sampah pasar didominasi sisa sayuran, buah, kulit bawang, dan bahan pangan lainnya. Karena itu, pengelolaan membutuhkan sistem terintegrasi, bukan sekadar pengangkutan ke TPA.

Melinda mendorong pengolahan sampah organik sedekat mungkin dengan sumbernya. Selain pengolahan skala kawasan, pemerintah juga menyiapkan sentra pengolahan sampah organik berkapasitas besar.

“Idealnya kita punya sentra-sentra pengolahan sampah organik yang besar. Bukan hanya skala kecil seperti TeBa dan open windrow yang sifatnya sementara,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah bergantung pada perubahan perilaku pedagang dan pengelola pasar. Perumda Pasar diminta memperkuat edukasi kepada seluruh tenant.

“Tugas Bapak/Ibu semua adalah bagaimana mengedukasi semua tenant di pasar,” tegas Melinda.

Menurutnya, pasar memiliki komunitas pedagang yang terpusat sehingga edukasi dan pengawasan bisa lebih efektif. Penerapan sanksi bagi pedagang yang tidak memilah sampah juga dinilai penting.

Perumda Pasar Mulai Timbang Sampah di 14 Pasar

Direktur Utama Perumda Pasar Makassar, Ali Gauli Arief, menyampaikan pihaknya mulai melakukan penimbangan sampah rutin di 14 pasar. Hasilnya, sampah organik mencapai rata-rata 11.322 kilogram atau sekitar 11,3 ton per hari.

“Teman-teman saya minta menimbang agar bisa mengetahui berapa besar sampah residu, organik dan anorganik yang ada di pasar,” kata Ali, Selasa, 11/08/2026.

Sampah residu tercatat sekitar 10 ton per hari. Data ini menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan sarana, prasarana, fasilitas pengolahan, serta armada pengangkutan.

Perumda Pasar Makassar juga menyiapkan integrasi data melalui portal Lontara. Sistem ini diharapkan memudahkan pemantauan kondisi pasar, laporan pengelolaan, dan masukan masyarakat.

Ali berharap penambahan armada khusus sampah organik dapat mempercepat proses pengelolaan. Ia menyebut kebutuhan dua unit tambahan sangat membantu.

“Data organik kami cukup tinggi. Kalau bisa ditambah unit, mungkin dua unit, akan sangat membantu,” ujarnya.

Sejumlah unit pasar telah melakukan pengolahan awal menggunakan komposter dan TeBa. Hasilnya dimanfaatkan untuk penghijauan di lingkungan pasar dan kantor Perumda Pasar. Namun, kapasitas fasilitas masih perlu ditingkatkan.

Penggiat lingkungan, Mashud Azikin, menilai sampah organik pasar berpotensi menjadi sumber ekonomi baru. Kulit bawang, sisa sayuran, cabai, dan serai dapat diolah menjadi kompos, eco-enzyme, atau pestisida nabati.

“Pemilahan ini yang menjadi syarat utama kita mengelola sampah,” kata Mashud, Selasa, 11/08/2026.

Pemerintah Kota Makassar menempatkan pengelolaan sampah sebagai tanggung jawab bersama. Kolaborasi antara Perumda Pasar, Dinas Lingkungan Hidup, kecamatan, penggiat lingkungan, dan pedagang menjadi kunci.

Melalui pemilahan dari sumber, pengolahan sampah organik, dan pengurangan residu, volume sampah ke TPA diharapkan terus menurun. Sampah dipilah, diolah sedekat mungkin, dan hanya residu yang ke TPA.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen mewujudkan lingkungan kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.