TPS 3R Kelurahan Baru Makassar Ubah Sampah Jadi Sumber Pendapatan

Makassar3 Dilihat

Makassarviral.com, Makassar, Jumat, 07/08/2026 — Pengelolaan sampah berbasis Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle di Kelurahan Baru, Kota Makassar, berhasil menciptakan nilai tambah ekonomi melalui budidaya maggot Black Soldier Fly.

Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular

Pengelolaan sampah di Kelurahan Baru tidak hanya bertujuan mengurangi volume timbunan limbah.

Program ini juga menghasilkan pendapatan tambahan yang menopang keberlanjutan operasional.

Lurah Baru, Fajar Harianto, menyatakan bahwa keuntungan finansial bukanlah tujuan utama sejak program dimulai.

“Tujuan utama TPS 3R bukan untuk cuan, tetapi bagaimana sebagai pimpinan wilayah saya bisa mengelola sampah yang ada di wilayah saya. Nilai ekonominya itu menjadi bonus agar program ini bisa terus berkelanjutan,” kata Fajar Harianto, Lurah Baru, Jumat, 07/08/2026.

Pada tahap awal pengembangan, pendanaan operasional sempat mengandalkan dana pribadi.

Langkah tersebut diambil untuk menarik minat warga agar mulai membiasakan diri memilah sampah dari rumah.

Inovasi Budidaya Maggot dan Pemberdayaan Warga

Salah satu andalan pengolahan sampah organik di wilayah ini adalah budidaya larva Black Soldier Fly atau maggot.

Produksi maggot harian mampu mencapai puluhan kilogram dengan nilai jual yang menjanjikan di pasaran.

“Sekarang harga maggot di Makassar sekitar Rp10 ribu sampai Rp15 ribu per kilogram. Produksi kami sudah mencapai 30 sampai 50 kilogram per hari, sehingga nilainya bisa sekitar Rp300 ribu sampai Rp500 ribu per hari,” ujar Fajar Harianto, Lurah Baru, Jumat, 07/08/2026.

Pihak kelurahan juga membagikan telur maggot secara gratis kepada warga yang mengembalikan pupa.

Inisiatif ini bertujuan memperluas partisipasi masyarakat dalam mengolah sampah organik secara mandiri.

Dampak dan Ajakan Memilah Sampah

Instalasi budidaya yang dikembangkan mampu mengolah puluhan kilogram sampah organik setiap hari.

Pendekatan ekonomi sirkular diterapkan agar sistem pengelolaan tetap berjalan mandiri.

Fajar mengimbau warga agar terus berpartisipasi aktif dengan langkah paling sederhana.

“Yang kami minta sebenarnya sederhana, warga cukup memilah sampah. Tidak ada kewajiban membuat kompos atau memelihara maggot. Dengan memilah saja, masyarakat sudah berkontribusi membantu pemerintah mengurangi sampah yang masuk ke TPA,” pungkas Fajar Harianto, Lurah Baru, Jumat, 07/08/2026.