TPA Tamangapa Siapkan Penangkaran Sapi, Sampah Organik Jadi Pakan

Makassar5 Dilihat

Sulseltimes.com, Makassar, Kamis, 17/09/2026 — Pemerintah Kota Makassar menyiapkan area penangkaran sapi di TPA Tamangapa, Antang, Kecamatan Manggala, dengan sampah organik hasil pemilahan warga dan pasar dijadikan sebagai pakan ternak.

Penangkaran Sapi dengan Pakan Organik

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, mengatakan keberadaan ranch di kawasan TPA penting untuk memastikan sapi mendapatkan pakan yang lebih terkontrol sekaligus mencegah ternak mengonsumsi sampah campuran yang berisiko. “Makanya kita siapkan lokasi seperti kandang. Sampah organiknya hasil pemilahan sampah dari rumah warga dan pasar bisa menjadi pakan sapi,” kata Appi, Kamis, 17/09/2026.

Sejumlah sapi yang selama ini berkeliaran di sekitar area timbunan kini mulai ditempatkan di penangkaran sementara tersebut. Penataan ini menjadi bagian dari pembenahan menyeluruh TPA Tamangapa agar ternak tidak kembali berkeliaran dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Potensi Ruang Transaksi Ternak

Appi mengatakan area TPA Tamangapa yang berdekatan dengan rumah potong hewan berpotensi dikembangkan menjadi ruang transaksi ternak. Pemilik sapi tidak perlu lagi membawa ternak ke luar kawasan untuk diperjualbelikan di pinggir jalan. “Disini TPA dekat rumah potong hewan. Ini nanti bisa dijadikan ruang transaksi. Kalau mau beli sapi, transaksinya bisa di sini. Tinggal dilihat mana yang cocok,” ujarnya, Kamis, 17/09/2026.

Ketika ternak sudah ditempatkan secara terpusat, kebutuhan pakan dan pemeliharaan dapat dihitung serta dikelola dengan lebih baik. Appi meminta pihak PD Pasar dan DLH menghitung kebutuhan pakan sapi secara cermat agar tercukupi setiap hari. Area makan sapi juga akan ditata menggunakan permukaan yang mudah dibersihkan, termasuk beberapa area yang akan di-paving.

Penataan TPA Menuju Sanitary Landfill

Pemkot Makassar mendorong pengelolaan kawasan TPA Tamangapa menuju sistem yang lebih tertata dan mengarah pada konsep sanitary landfill. Pembenahan tidak hanya menyentuh timbunan sampah, tetapi juga sistem pengelolaan air lindi. Pengolahan air lindi terus diperkuat melalui pemanfaatan teknologi EcoTru dan penambahan unit pengolahan.

Saluran dan alur pengelolaan juga ditata agar air lindi tidak meluap dan berpotensi masuk ke wilayah permukiman masyarakat. Di area timbunan, sejumlah pipa telah dipasang untuk mengalirkan dan mengelola gas metana yang dihasilkan dari proses pembusukan sampah. Appi mengatakan perubahan tersebut menjadi bagian penting dalam mengubah pola pengelolaan TPA agar dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar dapat semakin dikendalikan. “Dulu TPA itu identik dengan sampah berserakan. Sekarang sudah ada penataan. Pada saat pembuangan, air lindi harus kita aman,” katanya, Kamis, 17/09/2026.

Masyarakat Didorong Memilah Sampah dari Rumah

Appi menegaskan bahwa pembenahan TPA tidak bisa hanya mengandalkan perbaikan di lokasi pembuangan akhir. Pengurangan beban TPA juga harus dimulai dari sumbernya, yakni rumah tangga. Masyarakat diharapkan mulai memilah sampah sejak dari rumah, terutama memisahkan sampah organik dan anorganik. “Semakin sedikit sampah yang masuk ke TPA, semakin ringan pula beban sehingga kondisi TPA terlihat tertata,” tutup Appi, Kamis, 17/09/2026.