Ratusan Warga Kembali Demo PSEL Tamalanrea, GERAM Tegaskan Tidak Ada Negosiasi

Makassar1 Dilihat

Sulseltimes.com, Makassar, Minggu, 09/08/2026 — Ratusan warga yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menolak PLTSa atau GERAM PLTSa kembali menggelar demo PSEL Tamalanrea, Makassar, untuk menolak lokasi pembangunan yang dinilai terlalu dekat dengan permukiman.

Warga menegaskan penolakan tersebut bukan terhadap program Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik atau PSEL, melainkan terhadap lokasi proyek di kawasan Tamalanrea.

Warga Minta Lokasi PSEL Dipindahkan

Salah satu Koordinator GERAM PLTSa, Haji Sinar, mengatakan proyek PSEL tetap dapat dilanjutkan di Makassar jika lokasinya dipindahkan ke kawasan yang lebih layak dan jauh dari permukiman.

“Sebenarnya kami tidak menolak proyeknya. Kami menolak lokasinya. Ingat itu, garis bawahi. Kalau pemerintah pusat atau pemerintah kota menginginkan PSEL di Kota Makassar untuk mengurangi volume sampah, silakan. Tapi jangan di tengah-tengah permukiman,” kata Haji Sinar, Koordinator GERAM PLTSa, Minggu, 09/08/2026.

Menurut Sinar, sedikitnya tiga kampung terdampak langsung oleh rencana pembangunan tersebut, yakni Kampung Mula Baru, Tamalalang, dan Alaman Day.

Jumlah warga di tiga kawasan itu diperkirakan mencapai sekitar 3.000 jiwa.

GERAM PLTSa menyebut penolakan telah disampaikan melalui aksi, advokasi, dan audiensi dengan sejumlah instansi hingga pemerintah pusat.

Sinar mengatakan pihaknya juga telah menyampaikan aspirasi warga dalam audiensi di Komisi XII dan mendapat penjelasan bahwa aspirasi tersebut akan dibawa ke rapat kerja tingkat nasional.

Namun, menurut dia, belum ada keputusan yang memberikan kepastian mengenai perubahan lokasi proyek.

Kekhawatiran terhadap Keselamatan Warga

Warga juga menyoroti penjelasan mengenai teknologi PSEL yang dinilai belum menjawab kekhawatiran terkait keselamatan masyarakat.

“Kami tidak percaya begitu saja dengan kecanggihan teknologi yang mereka bawa karena tidak ada jaminan. Kami meminta pemerintah menjamin bahwa proyek ini benar-benar aman bagi masyarakat,” kata Haji Sinar, Koordinator GERAM PLTSa, Minggu, 09/08/2026.

Ia menyebut lokasi pembangunan sangat berdekatan dengan rumah warga, bahkan terdapat rumah yang berjarak sekitar satu meter dari area proyek.

GERAM PLTSa meminta pemerintah pusat dan Pemerintah Kota Makassar mempertimbangkan kawasan alternatif yang tidak berdampingan langsung dengan permukiman.

“Kami cuma punya satu permintaan, pindahkan lokasinya ke tempat yang memang selayaknya menjadi lokasi PSEL,” kata Haji Sinar, Koordinator GERAM PLTSa, Minggu, 09/08/2026.

GERAM PLTSa menegaskan akan terus menolak jika lokasi proyek tetap dipaksakan berada di kawasan permukiman.

“Kami konsisten menolak. Tidak ada kompromi, tidak ada negosiasi. Kami sudah satu suara bahwa sampai kapan pun kalau lokasi tersebut tetap diperuntukkan untuk PSEL, kami akan terus menolak,” kata Haji Sinar, Koordinator GERAM PLTSa, Minggu, 09/08/2026.

Komentar