Pemprov Sulsel Buka Suara soal Lexus LM Rp2 M: Klaim Efisiensi Aset

Daerah7 Dilihat

mediasulsel.id – Makassar — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akhirnya memberikan klarifikasi terkait sorotan publik atas pengadaan kendaraan operasional Gubernur berupa Lexus LM senilai sekitar Rp2 miliar.

Pemprov menegaskan, pengadaan tersebut bukan pemborosan, melainkan bagian dari langkah penataan dan efisiensi aset daerah yang dilakukan secara transparan serta sesuai aturan.

banner DPRD Makassar 728x90

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Salim Basmin, menjelaskan kendaraan itu merupakan aset sah daerah yang diadakan pada 2025 dan telah tercatat sebagai Barang Milik Daerah (BMD).

“Pengadaan kendaraan operasional tersebut merupakan bagian dari langkah efisiensi pengelolaan aset daerah. Selama ini, Pemprov Sulsel menanggung beban pemeliharaan ratusan kendaraan dinas yang sudah tua dan tidak lagi ekonomis,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).

Menurutnya, sebelum pengadaan dilakukan, Pemprov lebih dulu melepas ratusan kendaraan dinas melalui mekanisme lelang resmi. Kendaraan yang dijual meliputi enam unit Alphard, serta sejumlah unit lain seperti Innova, Pajero, dan ratusan kendaraan operasional lainnya yang dinilai sudah tidak efisien.

“Mobil-mobil yang dijual telah memenuhi batas usia pakai dan biaya operasionalnya terus meningkat. Karena itu, dilakukan pengadaan kendaraan baru untuk mendukung operasional yang lebih efisien,” jelasnya.

Pemprov juga menyebut langkah rasionalisasi aset dilakukan dengan mengurangi ratusan unit kendaraan lama yang biaya perawatannya tinggi, lalu menggantinya dengan satu atau dua unit baru yang dinilai lebih hemat dalam jangka panjang.

Salim menambahkan, pemilihan kendaraan turut mempertimbangkan aspek efektivitas guna menunjang mobilitas Gubernur dalam menjalankan tugas pemerintahan.

“Kendaraan ini dipilih untuk mendukung pelaksanaan tugas secara lebih optimal,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Pemprov Sulsel mengimbau masyarakat agar menyikapi informasi yang beredar secara bijak dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak utuh. (*)

source

Komentar