Makassarviral.com, Makassar, Kamis, 29/10/2026 — Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong pabrik sawit koperasi berkapasitas sekitar 60 ton per jam agar petani memperoleh manfaat lebih besar dari industri pengolahan.
Pabrik Sawit Koperasi Berkapasitas 60 Ton per Jam
Rencana itu disampaikan dalam Pertemuan Nasional Petani Kelapa Sawit Indonesia III di Jakarta.
Ferry menyatakan kementeriannya siap mendampingi koperasi petani memasuki industri pengolahan.
Kementerian siap mengakses pembiayaan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir.
Ia memaparkan kebutuhan dukungan kebun sekitar 7.000 hektare untuk pabrik dengan kapasitas tersebut.
Angka itu merupakan gambaran rencana pengembangan.
Bukan laporan bahwa seluruh pabrik koperasi telah dibangun atau beroperasi.
Menteri PPN dan Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menekankan pembenahan budidaya dan sistem pendukung di tingkat usaha tani sebagai dasar hilirisasi.
Pertemuan yang diselenggarakan Apkasindo diikuti pengurus dari 25 provinsi.
Ferry juga membuka peluang kemitraan koperasi dengan PT Agrinas Palma Nusantara.
Penguatan koperasi diarahkan agar petani ikut memperoleh nilai tambah dari pengolahan.
Selain menjual hasil kebun.
Petani sawit dapat memperoleh nilai tambah dari pengolahan hasil kebun.
Dukungan pemerintah menjadi perhatian dalam pengembangan pabrik berbasis koperasi.
