Sulsertimes.com, Jakarta, Minggu, 01/11/2026 — Kisah Oei Tiong Ham Concern berlanjut setelah pendirinya meninggal, berakhir dengan pengambilalihan aset di Indonesia yang kemudian menjadi bagian dari pendirian Rajawali Nusantara Indonesia.
Asal Usul Kian Gwan
Kian Gwan didirikan oleh Oei Tjie Sien, ayah Oei Tiong Ham, pada abad ke-19.
Usaha keluarga berkembang melalui perdagangan komoditas, pabrik gula, pelayaran, dan kegiatan keuangan.
Oei Tiong Ham mengembangkan perusahaan tersebut menjadi kelompok Oei Tiong Ham Concern.
Perubahan bentuk badan hukum terjadi beberapa dekad setelah usaha dimulai.
Kehidupan Setelah Pendiri Meninggal
Oei Tiong Ham meninggal pada awal abad ke-20.
Grup bisnis masih berkembang di bawah penerusnya setelah kematian pendiri.
Catatan National Library Board menyebut anak usaha di luar negeri tetap berada pada keluarga Oei.
Pengambilalihan Aset di Indonesia
Pengambilalihan aset di Indonesia terjadi pada awal 1960-an.
Perintah penyitaan dikeluarkan pengadilan ekonomi terkait tuduhan pelanggaran ekonomi, termasuk aturan valuta asing.
Pengambilalihan ini tidak menyisakan seluruh usaha keluarga di luar negeri.
Aset sebagai Modal RNI
Sebagian aset yang diambil alih pemerintah dimasukkan sebagai penyertaan modal pendirian RNI.
PT Perusahaan Perkembangan Ekonomi Nasional Rajawali Nusantara Indonesia didirikan di Jakarta.
Perusahaan ini kemudian dikenal sebagai bagian dari sejarah Rajawali Nusantara Indonesia.
Warisan Sejarah Bisnis
Oei Tiong Ham Concern tercatat sebagai bagian dari perkembangan industri gula dan perdagangan nasional.
Riwayat ini menunjukkan bagaimana kelompok usaha keluarga dapat bertransformasi menjadi bagian dari identitas ekonomi bangsa.
