Prabowo Minta Kadin Jadi Mitra Strategis, PMDN Hampir Rp2.000 Triliun

Makassar2 Dilihat

Makassarviral.com, Makassar, Minggu, 01/11/2026 — Presiden Prabowo Subianto meminta Kamar Dagang dan Industri Indonesia menjadi mitra strategis pemerintah untuk memperkuat kemandirian dan kedaulatan ekonomi nasional.

Kadin jadi mitra strategis pemerintah

Presiden Prabowo Subianto meminta Kamar Dagang dan Industri Indonesia menjadi mitra strategis pemerintah untuk memperkuat kemandirian dan kedaulatan ekonomi nasional.

Pertemuan tersebut digelar di Hambalang, Bogor, dihadiri 250 anggota Kadin dari seluruh Indonesia dan sekitar 400 peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie membuka pertemuan dengan melaporkan hasil Rapat Pimpinan Nasional Kadin 2026.

Investasi domestik hampir mencapai Rp2.000 triliun dalam dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo, kata Anindya.

Kadin menyatakan investasi domestik yang melibatkan pengusaha kelas menengah ikut memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.

Dunia usaha menyampaikan komitmen untuk mendukung pengembangan kendaraan listrik, energi terbarukan, dan pusat data.

Ketiga sektor tersebut dinilai berpotensi meningkatkan penggunaan komponen lokal dan memperkuat kapasitas industri nasional.

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bambang Soesatyo mengatakan arahan Presiden perlu diterjemahkan menjadi langkah konkret oleh dunia usaha.

“Presiden menghendaki Kadin tidak hanya menjadi organisasi para pengusaha, melainkan mitra strategis negara dalam membangun Indonesia yang mandiri, tangguh dan berdaulat secara ekonomi,” kata Bambang, Minggu, 01/11/2026.

Ia menyebut tindak lanjut dapat dilakukan melalui investasi produktif, penguatan usaha mikro kecil dan menengah, hilirisasi, serta perluasan pasar ekspor.

Bambang juga mendorong kemitraan yang lebih luas antara pengusaha besar, pengusaha menengah, koperasi, dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah.

Pertemuan di Hambalang menjadi bagian dari penguatan komunikasi antara pemerintah, dunia usaha, dan calon pemimpin masa depan Indonesia.