IAS Minta Kader Golkar Tak Musiman: Hadir saat Rakyat Butuh

Makassar20 Dilihat

Makassarviral.com, Pangkep, Senin, 10/08/2026 — Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan terpilih, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), meminta seluruh kader tidak alergi terhadap kritik dan menegaskan partai harus hadir bukan hanya menjelang pemilu.

IAS menyampaikan pesan itu saat menjadi narasumber dalam kegiatan pendidikan politik Partai Golkar di Aula Dewakang, Kabupaten Pangkep, yang dihadiri sekitar 300 peserta.

Keterbukaan terhadap Kritik Jadi Pondasi Partai Kuat

Dalam forum tersebut, IAS secara terbuka meminta perwakilan fraksi, pengurus DPD, dan pengurus kecamatan menyampaikan saran maupun kritik terhadap dirinya maupun organisasi.

Menurutnya, keterbukaan terhadap kritik adalah bagian penting membangun organisasi yang sehat.

“Jangan alergi terhadap kritik. Kalau kita ingin Golkar menjadi partai yang kuat, kita harus berani mendengar,” kata Ilham Arief Sirajuddin, Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan terpilih, Senin, 10/08/2026.

Ia menekankan kritik dari kader harus dipandang sebagai bahan evaluasi, bukan ancaman.

“Lebih banyak mendengar daripada berbicara. Kita ingin tahu apa yang dirasakan kader dan apa yang menjadi persoalan masyarakat,” ujarnya.

Anggota Fraksi Ujung Tombak di Tengah Masyarakat

IAS secara khusus menyoroti peran anggota fraksi Partai Golkar di DPRD.

Ia menyebut anggota fraksi merupakan ujung tombak partai di tengah masyarakat.

Karena itu, mereka harus mampu memperjuangkan kepentingan rakyat melalui fungsi dan kewenangan yang dimiliki.

“Anggota fraksi adalah ujung tombak partai di masyarakat. Jangan hanya hadir ketika pemilu sudah dekat,” tegasnya.

Golkar Harus Hadir Tak Hanya saat Pemilu

IAS menegaskan kehadiran partai tidak boleh bersifat musiman.

Partai harus hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan, mendengar aspirasi, dan memperjuangkannya melalui lembaga politik.

“Golkar harus hadir bukan hanya menjelang pemilu. Golkar harus hadir ketika rakyat membutuhkan,” tegasnya.

Baginya, ini adalah bagian dari upaya membangun kembali politik yang berorientasi pada karya dan pengabdian.

Ia berharap pendidikan politik di daerah tidak berhenti pada pembekalan kader, melainkan menjadi ruang evaluasi dan penyusunan langkah nyata untuk memperkuat kehadiran Golkar di tengah masyarakat.