Sulseltimes.com, Makassar, Senin, 10/08/2026 — Ekspor udang PT Bogatama Marinusa atau Bomar Group rata-rata mencapai 13 hingga 15 kontainer per bulan, dengan sekitar 80 persen dikirim ke pasar Jepang.
Perusahaan mulai memperluas pasar ke sejumlah negara Asia untuk mengantisipasi potensi penurunan permintaan dari Jepang.
Bomar Diversifikasi Pasar Ekspor
General Manager Makassar PT Bogatama Marinusa, Jumeri alias Rirhy, mengatakan Jepang masih menjadi pasar utama produk udang Bomar.
“Ekspor Bomar rata-rata dalam satu bulan minimal 13 sampai 15 kontainer. Sekitar 80 persen masih ke Jepang,” kata Jumeri, General Manager Makassar PT Bogatama Marinusa, Senin, 10/08/2026.
Menurutnya, perubahan demografi Jepang mendorong perusahaan untuk mulai menggarap pasar China, Korea, Vietnam, India, dan sejumlah negara Asia lainnya.
“Kita rintis daerah Asia sekarang ini untuk tambahan karena 80 persen Jepang itu sudah mulai menurun,” ujarnya, Senin, 10/08/2026.
China dinilai menjadi salah satu pasar potensial karena memiliki jumlah penduduk yang besar.
Perkuat Rantai Produksi Udang
Bomar tidak hanya mengandalkan kegiatan pengolahan dan ekspor, tetapi juga membangun rantai usaha dari pembenihan, pembesaran, hingga pengolahan udang.
Di Kabupaten Barru, perusahaan mengembangkan fasilitas pembenihan di lahan seluas lebih dari empat hektare.
Bomar juga menguji coba pengembangan lebih dari 300 kolam bundar di kawasan Takkalasi untuk meningkatkan produksi udang Sulawesi Selatan.
“Kami bikin kolam ini kurang lebih 300 lebih kolam di Takkalasi untuk meningkatkan produksi udang Sulawesi Selatan, meningkatkan ekspor kita ke luar negeri dan meningkatkan devisa negara,” jelas Jumeri, General Manager Makassar PT Bogatama Marinusa, Senin, 10/08/2026.
Jumeri menyebut kebutuhan bahan baku Bomar mencapai sekitar 30 hingga 50 ton udang per hari, sedangkan pasokan dari petambak lokal belum selalu mencukupi.
“Kami butuh 30 ton, 50 ton per hari. Itu pun per hari tidak ada yang bisa kasih saya segitu,” katanya, Senin, 10/08/2026.
Perusahaan mendorong petambak meningkatkan produktivitas dan menjaga kualitas hasil budidaya.
Bomar juga meminta dukungan pemerintah melalui penyuluh dan instansi terkait untuk mendampingi petambak menghadapi risiko perubahan cuaca, kondisi lingkungan, bakteri, dan virus.
“Petani tambak harus dikawal. Penyuluh harus betul-betul ikut supaya mereka bisa sukses,” ujarnya, Senin, 10/08/2026.
Selain memperkuat pasokan, Bomar menyiapkan pengembangan produk olahan bernilai tambah berupa makanan siap panaskan untuk pasar ekspor.
Penguatan rantai produksi dan diversifikasi pasar menjadi strategi perusahaan untuk menjaga keberlanjutan industri udang Sulawesi Selatan.
Bomar mempekerjakan sekitar 1.500 orang yang mayoritas berasal dari Sulawesi Selatan.
“Di dalam mulai dari yang baru tamat SMA sampai ibu-ibu ada. Karena proses produksi udang itu masih banyak yang harus dikerjakan manusia,” tukas Jumeri, General Manager Makassar PT Bogatama Marinusa, Senin, 10/08/2026.







Komentar