Unhas Kembangkan TPST Ekonomi Sirkular, Integrasikan Maggot dan Ayam Alope

Makassar10 Dilihat

Makassarviral.com, Makassar, Selasa, 20/10/2026 — Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkenalkan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) berbasis ekonomi sirkular yang memanfaatkan maggot dan ayam Alope. Inovasi tersebut ditinjau langsung oleh Duta Besar Inggris Dominic Jermey dan Rektor Unhas Prof. Jamaluddin Jompa saat uji coba operasional perdana.

Inovasi Pengolahan Sampah Terpadu

TPST Unhas dirancang mengubah sampah organik menjadi sumber daya bernilai ekonomi. Sistem terintegrasi mencakup pemilahan, pencacahan, budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), vermikomposting cacing, hingga pemanfaatan hasil untuk peternakan dan pupuk organik. Pendekatan ini bertujuan mengurangi timbunan sampah serta mendukung solusi rendah karbon.

Proses dimulai dari area pemilahan dan pencacahan sampah. Sampah organik yang sudah dipilah dicacah hingga ukuran sesuai untuk tahap biokonversi. Hasil cacahan kemudian diproses di fasilitas budidaya maggot BSF.

Larva BSF mengonversi sampah organik menjadi biomassa kaya protein. Biomassa tersebut berpotensi menjadi bahan baku pakan ternak. Proses ini mengurangi volume sampah sekaligus menciptakan nilai ekonomi.

Pemanfaatan Ayam Alope dan Cacing

Ekonomi sirkular terwujud di kandang ayam Alope, unggas lokal khas Sulawesi Selatan. Biomassa maggot dimanfaatkan sebagai sumber protein pakan untuk ayam Alope. Sementara itu, pengolahan bahan organik dengan cacing atau vermikomposting menghasilkan kasgot.

Kasgot berfungsi sebagai pembenah tanah dan pupuk organik. Rumah lalat BSF juga dikembangkan untuk memastikan kelangsungan siklus budidaya serangga pengurai. Seluruh rantai produksi saling terhubung membentuk ekosistem nol limbah.

Apresiasi Dubes Inggris untuk Kolaborasi Iklim

Duta Besar Inggris Dominic Jermey mengapresiasi inovasi Unhas dalam pengelolaan sampah dan penanganan perubahan iklim. Ia menilai kolaborasi Indonesia-Inggris dapat mendorong solusi iklim inovatif melalui riset dan teknologi bernilai tambah ekonomi. Kunjungan ini juga membuka kesempatan mengenal potensi penelitian di Sulawesi Selatan termasuk situs Leang-Leang.

Dominic berharap kemitraan strategis mendukung pertumbuhan hijau inklusif. Kolaborasi ekonomi sirkular dan solusi rendah karbon dinilai krusial untuk menekan emisi menuju net zero emissions.

Rektor Unhas Tekankan Riset Berdampak Masyarakat

Rektor Unhas Prof. Jamaluddin Jompa menegaskan kolaborasi internasional vital untuk riset yang menjawab persoalan nyata. Keberhasilan penelitian diukur dari kemampuan menerapkan pengetahuan menjadi solusi bermanfaat. “Kerja sama ini sangat luar biasa bagi Unhas, terutama dalam mengembangkan riset agar hasilnya benar-benar menjadi solusi. Salah satu persoalan yang perlu kita jawab bersama adalah bagaimana mengonversi sampah menjadi sumber daya yang bermanfaat bagi masyarakat,” kata Prof. Jamaluddin Jompa, Rektor Unhas, Selasa, 20/10/2026.

Ia menjelaskan pengembangan ekonomi rendah karbon harus sejalan dengan manfaat ekonomi dan sosial. Model TPST terpadu diharap dapat direplikasi di berbagai daerah. Model ini berpotensi mengurangi tumpukan sampah serta membuka peluang usaha berbasis sumber daya lokal.

Budidaya maggot, produksi pupuk organik, dan pemeliharaan ayam Alope membentuk rantai produksi terhubung. Pemanfaatan sumber daya lokal menciptakan nilai ekonomi dengan biaya terjangkau. Pengembangan ayam Alope juga diharapkan memperkuat ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Uji coba operasional TPST mendorong solusi berbasis riset untuk pengelolaan sampah, pengurangan emisi, dan penguatan ekonomi sirkular. Inisiatif ini ditargetkan menjadi model pengelolaan sampah yang dapat dikembangkan lebih luas sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi untuk pembangunan berkelanjutan.