Makassarviral.com, Makassar, Rabu, 21/10/2026 — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memerintahkan camat dan lurah meningkatkan patroli malam dan mengaktifkan pos ronda guna menekan tawuran antar kelompok.
Rakor Bersama Polri-TNI, Wali Kota Makassar Perintahkan Patroli Malam dan Aktifkan Pos Ronda
Dalam rapat koordinasi bersama seluruh camat dan lurah se-Kota Makassar di Balai Kota Makassar, Rabu, 21/10/2026, Munafri Arifuddin menegaskan perlunya tindakan nyata untuk mengatasi maraknya tawuran.
Instruksi tersebut mencakup peningkatan patroli malam, pengaktifan kembali pos ronda, serta penguatan koordinasi dengan TNI-Polri dan Satpol PP. Pemerintah kecamatan dan kelurahan diminta turun langsung ke masyarakat dan membangun kolaborasi lintas sektor.
Munafri menegaskan persoalan tawuran tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat keamanan. Pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan harus mengambil peran aktif.
“Jangan menganggap kalau di daerah saya tidak terjadi, sehingga tidak perlu terlalu fokus melihat ini. Semua harus diantisipasi dengan baik, karena kita tidak ingin konflik ini menular ke wilayah lain,” imbuh Munafri, Wali Kota Makassar, Rabu, 21/10/2026.
Sebagai tindak lanjut, Munafri memastikan patroli malam akan dilakukan secara rutin dengan melibatkan camat, lurah, Satpol PP, serta unsur TNI dan Polri.
Selain patroli, pemerintah kota juga akan memperkuat sistem keamanan lingkungan melalui pembenahan pos-pos ronda dan titik kumpul warga sebagai ruang interaksi sekaligus sarana deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.
Munafri menyebut, keberadaan pos ronda dan komunikasi aktif antarwarga menjadi bagian penting dalam membangun kewaspadaan bersama di tingkat lingkungan. Ia juga membuka peluang penambahan kamera pengawas atau CCTV di titik-titik yang dinilai rawan. Camat diminta segera melaporkan kebutuhan tersebut agar dapat ditindaklanjuti pemerintah kota.
“Kalau ada wilayah yang kekurangan CCTV, sampaikan kepada camat dan secepatnya akan kita eksekusi,” tegas Munafri, Wali Kota Makassar, Rabu, 21/10/2026.
Selain pengawasan wilayah, Munafri meminta aparat keamanan menindak tegas pihak luar yang terbukti terlibat memprovokasi konflik antarkelompok. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing provokasi di media sosial, terutama konten yang berisi tantangan, saling ejek, maupun ajakan berkelahi.
Wali Kota berharap pendekatan persuasif melalui komunikasi dengan tokoh masyarakat dan pemberdayaan warga perlu berjalan beriringan dengan penegakan hukum. Pemerintah kota, lanjut Munafri, akan menegakkan kegiatan-kegiatan positif di tengah masyarakat agar energi generasi muda dapat tersalurkan melalui aktivitas yang produktif.
“Tidak ada untungnya berkelahi sesama kita. Yang paling penting adalah bagaimana kita membangun komunikasi, mencegah provokasi, dan melibatkan masyarakat dalam kegiatan-kegiatan positif,” seru politisi Demokrat itu.
Impact and Conclusion
Dengan demikian, melalui patroli rutin, penguatan pos ronda, penambahan CCTV di titik rawan, serta kolaborasi pemerintah dan aparat keamanan, potensi tawuran dapat dideteksi lebih dini dan mata rantai kekerasan di Kota Makassar bisa diputus.
“Upaya ini tidak sekadar untuk meredam konflik yang telah terjadi, tetapi juga memperkuat deteksi dini, mengantisipasi potensi tawuran, dan memutus mata rantai kekerasan demi menjaga Kota Makassar tetap aman dan kondusif,” kata Munafri, Wali Kota Makassar, Rabu, 21/10/2026.
Tujuan utama langkah ini, bukan hanya meredam konflik yang sudah terjadi, melainkan memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman di lingkungan masing-masing. Dia menilai, perang kelompok atau tawuran yang berulang membutuhkan penanganan menyeluruh, tidak cukup hanya dengan menghentikan bentrokan ketika terjadi. Appi menambahkan, diperlukan langkah yang terukur, mulai dari pencegahan dini, penindakan tegas terhadap pelaku kekerasan, hingga pemulihan hubungan sosial antarkelompok yang bertikai.
Upaya tersebut dapat dilakukan melalui tiga tahapan utama. Pertama langkah preventif dengan memperkuat patroli keamanan, memetakan titik rawan konflik, mengaktifkan pos ronda, membangun komunikasi dengan tokoh masyarakat, serta memberikan edukasi hukum dan toleransi kepada generasi muda.
“Dialog terbuka antarkelompok juga perlu diperkuat untuk mengantisipasi kesalahpahaman dan mencegah persoalan kecil berkembang,” jelas Munafri, Wali Kota Makassar, Rabu, 21/10/2026.
Tahap kuratif atau pemulihan pascakonflik, dengan membangun kembali hubungan sosial yang sempat retak melalui rekonsiliasi. Pemerintah kecamatan dan kelurahan juga dapat menghadirkan ruang interaksi positif sekaligus mencegah konflik serupa terulang.
Dengan kolaborasi yang konsisten, penanganan konflik diharapkan tidak hanya memberikan solusi jangka pendek, tetapi juga menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan kondusif untuk jangka panjang, tutup Munafri, Wali Kota Makassar, Rabu, 21/10/2026.







Komentar