Panen Ketiga Sipakatau: Saat Kebun Warga Maccini Parang Kota Makassar Mulai Dilirik hingga Nunukan

Makassar1 Dilihat

Makassarviral.com, Makassar, Kamis, 17/09/2026 — Sipakatau urban farming di RW 004 Maccini Parang, Makassar, menandai panen ketiganya, menarik perhatian pejabat Nunukan dan tokoh lokal.

Panen Ketiga Sipakatau Menarik Perhatian Nunukan

Panen ketiga diselenggarakan berkat kerja cerdas, konsisten, dan kolaboratif antara pemerintah kelurahan, pengurus RW, seluruh Ketua RT, serta masyarakat.

Kunjungan tersebut dihadiri oleh Andi Fajrul Syam, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Nunukan, bersama rombongan.

“Kerja yang dilakukan secara bersama tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat diwujudkan melalui kegiatan yang konkret dan produktif,” kata Andi Fajrul Syam, Kamis, 17/09/2026.

Hadir pula Camat Makassar Tri Sugiarto Burhan, Anggota DPRD Kota Makassar Ir. H. Muchlis A. Misbah, Lurah Maccini Parang Mahyuddin Basri, serta Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih dan seluruh Ketua RT Maccini Parang.

Ir. H. Muchlis A. Misbah melihat panen ketiga sebagai momentum yang memperlihatkan harmoninya kolaborasi.

“Panen ketiga ini sungguh harmonis dan indah karena sudah dibersamai dengan beberapa rekan DPRD dari Fraksi NasDem dan Demokrat yang telah bersilaturahmi di Urban Farming Sipakatau. Silaturahmi ini tentu menjadi bagian dari bentuk kolaborasi,” ujarnya.

Lurah Maccini Parang Mahyuddin Basri menyampaikan penghargaan atas kunjungan Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Nunukan bersama rombongan.

Ia mengatakan dukungan tersebut menjadi energi tambahan bagi warga untuk terus mengembangkan kawasan.

Rencana Pengembangan Sipakatau ke Depan

Ketua RW 004 bersama seluruh Ketua RT menargetkan Sipakatau tidak berhenti pada pola budidaya yang ada saat ini.

Pengembangan berbasis teknologi, termasuk penguatan sistem hidroponik, akan terus dieksplorasi agar kawasan memiliki produktivitas, nilai edukasi, dan nilai ekonomi yang semakin besar.

Targetnya bukan sekadar memperbanyak hasil panen, tetapi membangun sebuah ekosistem produksi pangan, edukasi, teknologi, pemberdayaan, ekonomi warga, dan kepedulian lingkungan dalam satu kawasan.

Keberlanjutan Urban Farming Sipakatau membutuhkan dukungan yang integratif dari pemerintah, legislatif, masyarakat, dunia usaha, koperasi, akademisi, dan berbagai pihak lainnya.

Panen ketiga menjadi pesan bahwa ketika RT, RW, pemerintah kelurahan, kecamatan, legislatif, dan masyarakat bergerak dalam satu irama, sebuah lahan kecil dapat melahirkan gagasan besar.

Dari RW 004 Maccini Parang, Sipakatau kini tidak hanya memanen hasil budidaya, tetapi mulai memanen kepercayaan, jejaring kolaborasi, pengetahuan, dan peluang untuk tumbuh lebih besar.

Komentar