Makassarviral.com, Makassar, Selasa, 29/09/2026 — PT Vale Indonesia berhasil membina generasi muda pengrajin teduhu di Desa Nuha, Luwu Timur, melalui program pemberdayaan masyarakat agar tradisi menganyam tidak terputus.
Program PPM PT Vale Revitalisasi Sentra Anyaman Teduhu
Tradisi menganyam di Desa Nuha telah berlangsung sejak 1970-an.
Para pengrajin mulai menua berusia 40 hingga 50 tahun tanpa penerus.
Anak muda tidak tertarik karena penghasilan tidak menjanjikan.
PT Vale Indonesia Tbk mengambil peran melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat.
Program tidak hanya membantu produksi tetapi menemukan pasar yang tepat.
Ekosistem dibenahi agar menganyam dipandang sebagai keterampilan ber masa depan.
Dalam beberapa tahun terakhir PT Vale membina generasi kedua berusia 16 hingga 23 tahun.
Mereka mendapat pendampingan teknik menganyam desain manajemen usaha hingga perlindungan Hak Kekayaan Intelektual.
Pelatihan menghadirkan ahli desain untuk memperkenalkan tren pola warna dan bentuk produk.
Para pengrajin didorong meninggalkan kesan anyaman hanya berupa keranjang tradisional.
Anak Muda Nuha Kembali Menganyam Bahan Liar Jadi Produk Bernilai
Wahyu 19 tahun menunjukkan keterampilan menganyam teduhu di pameran di Makassar Juli 2026 lalu.
Ia belajar menganyam sambil sekolah sejak 2022.
Lili 22 tahun juga ikut memamerkan produk di acara Kementerian ESDM dan Dekranasda.
Bahan baku teduhu dulunya dianggap hama di kebun warga.
Sejak 2006 hingga 2008 serat teduhu dinilai lebih estetik dan kuat menggantikan pandan dan purun.
Masyarakat mengambil batangnya lalu kulitnya diawetkan jadi bahan anyaman.
Saat ini ada 12 pengrajin muda di Nuha yang dibina PT Vale.
Produk berkembang jadi kotak tisu gelang wadah buah vas bunga rak makanan hingga tas kekinian.
Yulianti Ketua Sentra Anyaman Serat Alam Nuha Handicraft menceritakan perjalanannya.
Awalnya saya aktif menganyam saat pulang kampung tahun 2020 saat pandemi Covid-19, kata Yulianti, Ketua Sentra Anyaman Serat Alam Nuha Handicraft, Selasa, 29/09/2026.
Akhirnya aktivitas diisi menganyam dan saya eksperimen bentuk produk, kata Yulianti, Ketua Sentra Anyaman Serat Alam Nuha Handicraft, Selasa, 29/09/2026.
Lalu saya ajak anak muda belajar menganyam, kata Yulianti, Ketua Sentra Anyaman Serat Alam Nuha Handicraft, Selasa, 29/09/2026.
Karena dukungan Vale kita rekrut adik-adik muda menganyam teduhu, kata Yulianti, Ketua Sentra Anyaman Serat Alam Nuha Handicraft, Selasa, 29/09/2026.
Ekosistem Pemasaran Dibangun Hingga Galeri Permanen di Makassar
PT Vale juga membina komunitas Sampa Konao di Desa Matano dengan 10 pengrajin muda berbahan aren.
Karya pengrajin muda mendapat perhatian Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian dan Wakil Ketua II Sri Suparni Bahlil Lahadalia di ajang Dekranas Makassar.
Direktur Eksternal dan Pengembangan PT Vale Indonesia Endra Kusuma menjelaskan alasan pendampingan.
Kita pilih memberi pendampingan karena pengrajin dulu banyak lalu generasi muda kurang tertarik, kata Endra Kusuma, Direktur Eksternal dan Pengembangan PT Vale Indonesia, Selasa, 29/09/2026.
Kita lakukan pelatihan agar keterampilan ini tidak terputus dan lestari, kata Endra Kusuma, Direktur Eksternal dan Pengembangan PT Vale Indonesia, Selasa, 29/09/2026.
PT Vale membuka galeri UMKM di toko oleh-oleh Apindo Sulsel di Makassar.
Produk UMKM binaan dipamerkan mulai makanan camilan hingga kerajinan.
Produk juga dijadikan suvenir untuk relasi dan tamu perusahaan, kata Endra Kusuma, Direktur Eksternal dan Pengembangan PT Vale Indonesia, Selasa, 29/09/2026.
Para pengrajin kini bisa hidup dari usaha dengan transaksi konsisten.
Keberlanjutan generasi penganyam Luwu Timur berlanjut dari purun rotan hingga teduhu berkat semangat pengrajin dan dorongan PT Vale.
