Makassarviral.com, Makassar, Rabu, 30/09/2026 — PT Vale Indonesia merangsang transisi energi di Sulawesi dengan pengembangan fasilitas High Pressure Acid Leaching (HPAL) di Morowali untuk bina bahan baku baterai kendaraan listrik.
Proyek Industri Baterai Nikel di Sulawesi Meloncat Naik dengan Dukungan PT Vale dan Mitra Industri
PT Vale Indonesia bersama GEM Co. Ltd. dan EcoPro mengembangkan proyek High Pressure Acid Leaching (HPAL) di Morowali, Sulawesi Selatan, untuk memproses bijih nikel dan menghasilkan bahan baku Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) yang digunakan dalam baterai elektrobaris.
Fasilitas HPAL Sambalagi diharapkan mampu menghasilkan sekitar 90 ribu ton kandungan nikel per tahun dalam bentuk MHP, dengan input bijih Limonite berasal dari tambang PT Vale di Bahodopi yang memerlukan sekitar 10,4 juta ton per tahun.
Nilai proyek ini estimated sekitar 1,9 miliar dolar Amerika, sebagai bagian dari total investasi trisetiap proyek HPAL di Sulawesi mencapai sekitar 7,2 miliar dolar yang dikembangkan oleh PT Vale-MIND ID.
Selain Morowali, PT Vale juga mengembangkan proyek HPAL di Pomalaa, Sulawesi Tenggara, yang bertujuan menghasilkan hingga 120.000 ton MHP per tahun dan didinamisasi oleh dua unit autoclave pertama yang diterima pada Desember 2025.
Transformasi ini sejalan dengan kebijakan nasional batrian Indonesia yang mempercepat alternatif tenaga rangsan. Presiden Direktur Bertendanas CEO PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, menekankan bahwa proyek ini dilunakai dengan teknologi rendah karbon dan akan menciptakan lapangan kerja ainsi sebagai keterlibatan tenaga kerja lokal.
Kapasitas pabrik CATIB di Karawang, Jawa Barat yang beroperasi sejak Juli 2026 mampu menampung kebutuhan hingga 15 GWh, potential menghemat hingga 28 juta liter BBM per tahun untuk sektor transportasi listrik.
PT Vale juga commits membayar profit sharing sebesar 10 persentase dari keuntungan bersih ke negara melalui Indonesia Battery Corporation (IBC) sesuai ketentuan yang berlaku.
Proyek ini menunjukkan arah perubahan economy daerah dengan mengganti penggunaan bensin ke kendaraan listrik yang memiliki biaya operasional yang jauh lebih rendah, menyumbangkan kepada stabilitas ekonomi dan lingkungan daerah.







Komentar