Edukasi Pengelolaan Sampah: TP PKK Makassar Goes to School Libatkan 300 Siswa

Berita Makassar

Makassar3 Dilihat

Makassarviral.com, Makassar, Senin, 11/05/2026 — Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Makassar menggencarkan edukasi pengelolaan sampah melalui program Goes to School.

Sebanyak 300 siswa dari berbagai sekolah menengah pertama (SMP) di Makassar diajak memilah dan mengolah sampah sejak dini. Program ini bertujuan menanamkan kebiasaan ramah lingkungan sekaligus mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Pembekalan Langsung Pemilahan Sampah

Ketua TP PKK Kota Makassar, Indira Jusuf Ismail, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari kampanye Makassar Green and Clean.

“Kami ingin generasi muda terbiasa memilah sampah dari sumbernya, terutama di lingkungan sekolah,” kata Indira Jusuf Ismail, Senin, 11/05/2026.

Dalam kegiatan tersebut, siswa diberikan materi tentang jenis sampah organik dan anorganik, serta cara mengolah sampah organik menjadi kompos menggunakan metode takakura.

Para siswa juga diajak praktik langsung memilah sampah yang mereka bawa dari rumah.

Sampah anorganik seperti botol plastik dan kertas dikumpulkan untuk didaur ulang melalui bank sampah sekolah. Sementara itu, sampah organik diolah menjadi pupuk cair yang bisa digunakan untuk tanaman di sekolah.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena kami jadi tahu bahwa sampah bisa menghasilkan uang jika dikelola dengan benar,” ujar Andi, salah satu siswa SMP Negeri 4 Makassar yang mengikuti program.

Dampak dan Keberlanjutan Program

Program Goes to School direncanakan berlangsung secara berkelanjutan hingga akhir 2026.

TP PKK Makassar menargetkan menjangkau 50 sekolah di seluruh kecamatan.

Setiap sekolah yang berpartisipasi akan mendapatkan pendampingan dari kader PKK setempat untuk memastikan program berjalan efektif.

“Kami tidak hanya memberikan edukasi satu kali, tetapi akan memantau dan mengevaluasi secara berkala,” tambah Indira.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar mendukung penuh inisiatif ini. Kepala DLH Makassar, A. Hendra Hakam, menyebutkan bahwa volume sampah di Makassar mencapai 800 ton per hari, dan edukasi sejak dini diharapkan mampu menekan angka tersebut.

“Jika setiap siswa mampu memilah sampah, dampaknya akan signifikan terhadap pengurangan sampah yang masuk ke TPA,” kata A. Hendra Hakam.

Program ini juga sejalan dengan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pengelolaan Sampah yang mewajibkan pemilahan di sumber.

Ke depan, TP PKK berencana mengadakan lomba antar sekolah dalam pengelolaan sampah untuk meningkatkan partisipasi siswa.

Dengan pendekatan yang menyenangkan dan edukatif, diharapkan kebiasaan memilah sampah dapat menjadi budaya baru di kalangan pelajar Makassar.

Komentar