Makassarviral.com, Makassar, Kamis, 17/09/2026 — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) merencanakan pembangunan 65 lokasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dari tahun 2025 hingga 2027 untuk mengatasi kekeringan dan memperluas akses air bersih bagi masyarakat yang belum terlayani jaringan distribusi PDAM.
Rencana Pembangunan SPAM 2025–2027
Kepala Dinas PU Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, mengatakan pemerintah tidak hanya mengandalkan penanganan darurat berupa distribusi air melalui mobil tangki.
Dinas PU terus memperkuat infrastruktur penyediaan air agar masyarakat memiliki sumber air yang dapat dimanfaatkan secara bertahap.
Dalam rinciannya, pada tahun 2025 Dinas PU mengalokasikan anggaran untuk 23 lokasi SPAM yang tersebar di Ujung Tanah, Tallo, Kepulauan Sangkarrang, Tamalanrea, Biringkanaya, dan Manggala.
Dari 23 lokasi tersebut, sebanyak 14 merupakan pembangunan SPAM baru, empat lokasi untuk pemeliharaan, dua lokasi untuk peningkatan kapasitas, dan tiga lokasi untuk perluasan jaringan.
Pada tahun 2026, anggaran dialokasikan untuk 18 lokasi yang mencakup Kecamatan Ujung Tanah, Tallo, Tamalanrea, Biringkanaya, dan Manggala.
Dari 18 lokasi tersebut, 10 merupakan pembangunan baru, tiga lokasi pemeliharaan, dua lokasi peningkatan, dan tiga lokasi perluasan.
Untuk tahun 2027, sebanyak 24 lokasi telah disiapkan untuk diusulkan dengan pagu anggaran dan fokus utama diarahkan ke wilayah utara Kota Makassar, khususnya Kecamatan Tallo dan Ujung Tanah.
Dari rencana tersebut, 16 lokasi merupakan pembangunan SPAM baru, sementara sisanya diarahkan untuk kegiatan pemeliharaan, peningkatan, dan perluasan.
“Jika dihitung berdasarkan pembangunan SPAM baru, terdapat 40 lokasi pembangunan baru yang kita rencanakan dalam rentang 2025 hingga 2027, yakni 14 lokasi pada 2025, 10 lokasi pada 2026, dan 16 lokasi yang direncanakan pada 2027,” kata Zuhaelsi, Kamis, 17/09/2026.
“Jadi, seluruh jenis kegiatan SPAM, pembangunan baru, pemeliharaan, peningkatan, dan perluasan, dihitung berdasarkan rincian masing-masing tahun, total lokasi kegiatan mencapai 65 lokasi,” tambahnya.
Empat Pendekatan Penguatan SPAM
Zuhaelsi menjelaskan bahwa penguatan SPAM dilakukan melalui empat pendekatan utama.
Pertama, pembangunan SPAM baru di wilayah yang belum memiliki akses air bersih.
Kedua, peningkatan kapasitas SPAM yang telah terbangun melalui penambahan debit atau kapasitas sumber air dengan pembangunan sumur bor tambahan.
Ketiga, perluasan layanan dengan menambah jumlah Sambungan Rumah (SR) pada SPAM yang sudah tersedia.
Keempat, pemeliharaan untuk memastikan infrastruktur SPAM yang telah dibangun tetap berfungsi dengan baik.
Fokus pada Wilayah Utara dan Kepulauan
Menurut Zuhaelsi, pembangunan SPAM terutama diarahkan ke wilayah pinggiran kota, kawasan utara Makassar, serta sejumlah wilayah kepulauan yang selama ini memiliki tantangan tersendiri dalam penyediaan air bersih.
Kawasan kepulauan menjadi perhatian karena sebagian masyarakat masih bergantung pada sumur dangkal yang debit airnya rentan menurun ketika musim kemarau berlangsung.
Untuk wilayah Kepulauan Sangkarrang, khususnya Pulau Lumu-lumu dan Barrang Caddi, pemerintah menyediakan fasilitas Air Siap Minum (Arsinum) guna mengolah air payau menjadi air siap minum.
“Kalau di Pulau Sangkarrang ada beberapa titik di tahun 2025, ada dua di Pulau Lumu-lumuk dan Barrang Caddi. Di situ bukan sumur bor, tetapi kami menyediakan alat Arsinum. Jadi air payau diolah menjadi air siap minum,” beber Zuhaelsi, Kamis, 17/09/2026.
Kapasitas dan Anggaran Setiap SPAM
Zuhaelsi menyebutkan bahwa satu pembangunan SPAM baru rata-rata membutuhkan anggaran sesuai kebutuhan yang mencakup pekerjaan pengeboran, pembangunan reservoir, bangunan pendukung, hingga jaringan Sambungan Rumah (SR).
Kapasitas layanan setiap SPAM dirancang untuk mengakomodasi sedikitnya 50 Sambungan Rumah, bahkan pada sejumlah lokasi kapasitasnya dapat menjangkau lebih dari 100 SR tergantung kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Ia juga menyebutkan bahwa sejumlah SPAM yang telah dibangun telah ditinjau langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, baru-baru ini.
Solusi Jangka Panjang untuk Ketahanan Air
Zuhaelsi menegaskan bahwa pembangunan SPAM merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menghadirkan solusi jangka panjang bagi masyarakat yang belum terlayani jaringan distribusi air secara optimal.
Menurutnya, keberadaan sumur bor, reservoir, jaringan distribusi, dan Sambungan Rumah membuat masyarakat memiliki sumber air yang lebih dekat dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
“Memang kami alokasikan bahwa dengan pembangunan sumur bor ini memberikan ketersediaan air bersih untuk jangka panjang kepada warga Kota Makassar yang tidak terlayani oleh jaringan distribusi PDAM,” katanya, Kamis, 17/09/2026.
Ia menambahkan bahwa penguatan infrastruktur SPAM juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mengantisipasi persoalan kekeringan secara lebih sistematis.
Artinya, penanganan tidak hanya dilakukan ketika krisis air terjadi, tetapi disiapkan melalui pembangunan infrastruktur yang dapat memperkuat ketahanan air masyarakat.
Dinas PU juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi infrastruktur dan jaringan yang telah terbangun untuk memastikan layanan tetap berjalan.
“Secara rutin kami melakukan pemantauan kondisi infrastruktur dan jaringan yang terdistribusi untuk memastikan layanan dasar kepada masyarakat tetap ada dan meminimalkan dampak yang ditimbulkan pada saat musim kemarau,” pungkas Zuhaelsi, Kamis, 17/09/2026.







Komentar