1.100 Meter Jalan Beton TMMD ke-128 di Jeneponto: ‘Beban Panjang Petani Akhirnya Terangkat’

Berita Jeneponto

Daerah2 Dilihat

MakassarViral.com, Jeneponto, Sabtu, Mei 23, 2026 — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 tahun 2026 di Kabupaten Jeneponto resmi ditutup setelah sebulan penuh membangun infrastruktur desa. Sebanyak 150 personel gabungan dari TNI, Polri, dan masyarakat terlibat dalam pembangunan jalan beton sepanjang 1.250 meter yang menghubungkan lahan pertanian warga ke jalan utama. Kegiatan ini diharapkan mampu menekan biaya angkut hasil tani dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Satgas TMMD ke-128 Kodim 1425/Jeneponto merampungkan pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1.100 meter dan peningkatan jalan tani 150 meter di Desa Arungkeke Pallantikang, Kabupaten Jeneponto, pada Sabtu, Mei 23, 2026. Program yang berlangsung selama satu bulan ini juga merehabilitasi 5 rumah tidak layak huni dan membangun 5 unit sumber air bersih. “Jalan ini adalah berkah besar bagi kami, bagi anak cucu kami nanti,” kata Daeng Tompo, petani setempat.

Jalan Rabat Beton: Urat Nadi Ekonomi Baru

Pembangunan jalan beton menjadi sasaran fisik utama TMMD ke-128. Sebelumnya, akses menuju lahan pertanian hanya berupa tanah merah yang becek saat hujan dan berdebu saat kemarau. Kini, beton kokoh sepanjang 1.100 meter membentang rapi, ditambah 150 meter jalan tani, memudahkan petani mengangkut hasil panen. “Saya melihat sendiri bagaimana bapak-bapak prajurit bekerja tanpa mengenal lelah, bahkan hingga larut malam. Semangat pengabdian ini adalah cerminan nyata bahwa TNI selalu hadir di tengah rakyat,” kata Brigjen TNI Jamaluddin, Wakil Asisten Teritorial Kasad Bidang Renminter, Sabtu, Mei 23, 2026.

Tak hanya jalan, program ini juga merehabilitasi 5 unit rumah tidak layak huni, membangun 5 unit sumber air bersih, dan 3 unit plat decker untuk menguatkan struktur aliran air. Seluruh proyek dikerjakan secara gotong royong antara 150 personel gabungan dan warga desa. “Keberhasilan kita tidak diukur hanya dari selesainya jalan, sumur, atau rumah. Keberhasilan sesungguhnya ada pada kebersamaan yang terjalin, pada rasa saling memiliki yang tumbuh,” tambah Brigjen Jamaluddin.

Kisah Daeng Tompo dan Harapan Baru Desa

Salah satu warga yang merasakan langsung manfaat program ini adalah Daeng Tompo (60), petani sawah seumur hidup. Puluhan tahun ia harus memikul karung gabah berjalan jauh melintasi tanah berlumpur. “Sekarang, mobil pengangkut bisa masuk sampai dekat pematang sawah. Kami tidak perlu lagi memikul beban berat itu. Tenaga kami tersisa untuk mengolah tanah lebih baik lagi,” ujarnya. Kepala Desa Arungkeke Pallantikang, Abd. Kasim, SE, menyebut TMMD ke-128 sebagai tonggak sejarah kemajuan desa. “Terima kasih kepada TNI yang tidak hanya membangun jalan, tapi juga membangun harapan dan rasa percaya kami kepada negara,” katanya, Sabtu, Mei 23, 2026.

Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, SH, juga mengapresiasi dedikasi prajurit dan semangat warga. “Apa yang dilakukan Satgas TMMD ini adalah bukti nyata bahwa negara hadir memeluk warga desanya,” ujarnya. Program nonfisik seperti penyuluhan wawasan kebangsaan, kesehatan, dan pasar murah turut melengkapi manfaat TMMD. Kini, setelah kegiatan resmi ditutup, jalan beton itu menjadi ikon baru kemajuan Desa Arungkeke Pallantikang, simbol gotong royong yang menghasilkan karya luar biasa.

Tema TMMD ke-128 “Satukan Langkah, Membangun Negeri Dari Desa” telah membuktikan bahwa pembangunan negeri dimulai dari desa. Lebih dari infrastruktur, yang tersisa adalah rasa persaudaraan mendalam dan keyakinan bahwa negara selalu hadir.

Komentar