Tim Simone Klarifikasi Karnaval Mirip Ritual Satanik di SKNC 2026 Pekalongan

Viral2 Dilihat

Sulseltimes.com, Pekalongan, Rabu, 16/09/2026 — Tim Simone melakukan klarifikasi terkait aksi penampilan mereka dalam Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Kabupaten Pekalongan yang viral dan dianggap menyerupai ritual satanik.

Tim Simone membantah keras dugaan tersebut dan menyatakan tidak pernah bermaksud merepresentasikan ritual satanik dalam pertunjukan itu.

Klarifikasi Tim Simone Soal Tuduhan Ritual Satanik

Dalam pernyataan resmi, Tim Simone menegaskan bahwa penampilan mereka sama sekali tidak memiliki kaitan dengan ritual satanik.

“Kami ingin menyampaikan bahwa tidak pernah ada niatan dari kami untuk membawakan, memperagakan, maupun merepresentasikan konsep atau ritual satanik sebagaimana yang kemudian diperbincangkan di media sosial,” tulis Tim Simone dalam klarifikasinya, Rabu, 16/09/2026.

Mereka juga mengaku tidak memahami atau mengetahui secara mendalam mengenai hal yang disebut sebagai ritual satanik itu.

Penjelasan Soal Kepala Kambing dan Peti

Kepala kambing yang terlihat dalam pertunjukan menjadi sorotan utama warganet.

Tim Simone menjelaskan bahwa kepala kambing tersebut bukan berasal dari hewan yang disembelih di atas panggung.

“Terkait bagian kepala kambing yang terlihat dalam perform, perlu kami luruskan bahwa kepala tersebut merupakan kepala kambing yang sebelumnya telah kami beli dari pasar dan kami tempatkan di dalam peti sebagai bagian dari properti pertunjukan,” tulis mereka, Rabu, 16/09/2026.

Mereka mengatakan kepala kambing dari hewan yang benar-benar disembelih masih dalam kondisi utuh dan tetap menempel pada tubuh kambing.

Sementara itu, adegan penyembelihan kambing dalam pertunjukan merupakan bagian dari konsep yang menggambarkan proses penyembelihan hewan untuk kemudian dikonsumsi bersama setelah rangkaian kegiatan selesai.

“Kami hanya bermaksud melakukan penyembelihan hewan kambing untuk kemudian dikonsumsi atau dirahati bersama setelah rangkaian kegiatan selesai,” jelas mereka, Rabu, 16/09/2026.

Tim Simone juga menyatakan bahwa proses penyembelihan dilakukan dengan cara yang mereka pahami sesuai syariat dan melibatkan orang yang memiliki kompetensi dalam penyembelihan hewan.

Permintaan Maaf dari Perwakilan Tim Simone

Perwakilan Tim Simone, M Akhid, sebelumnya menyampaikan permintaan maaf atas penampilan yang menimbulkan keresahan.

“Apa yang kami lakukan semata-mata merupakan bagian dari konsep perform yang kami maksudkan untuk menggambarkan proses penyembelihan hewan yang selanjutnya akan digunakan sebagai hidangan bersama setelah kegiatan,” jelasnya, Rabu, 16/09/2026.

M Akhid juga mengakui bahwa pihaknya kurang memahami konteks maupun referensi yang digunakan dalam penampilan tersebut.

Tim Simone berharap klarifikasi ini dapat meluruskan anggapan yang beredar di media sosial setelah video penampilan mereka menjadi perbincangan publik.