Rupiah Tertekan di Rp17.860, Pasar Menanti Keputusan BI

Makassar2 Dilihat

Sulseltimes.com, Makassar, Selasa, 22/09/2026 — Rupiah membuka perdagangan hari ini di level Rp17.860 per dolar AS setelah melemah sebesar 0,20 persen dari posisi penutupan sebelumnya.

Rupiah Melemah di Awal Perdagangan

Nilai tukar rupiah kembali tertekan atas dolar AS usai melanjutkan tren penurunan dari hari sebelumnya. Berdasarkan data Refinitiv, rupiah mengalami koreksi 0,20 persen ke posisi Rp17.860 per dolar AS saat pembukaan.

Posisi tersebut merosot jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan Senin yang berada di level Rp17.830 per dolar AS setelah melemah 0,56 persen.

Pasar Tunggu Keputusan BI di RDG

Pergerakan rupiah saat ini tengah dibayangi oleh sentimen eksternal dan domestik. Dari dalam negeri, pelaku pasar berfokus pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang menjadi momen perdana bagi Destry Damayanti setelah resmi dilantik sebagai Gubernur BI definitif.

Pada RDG Agustus lalu, ketika Destry Damayanti masih menjabat sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI, bank sentral memilih menahan suku bunga acuan di level 5,75 persen guna menjaga stabilitas rupiah, mengendalikan inflasi di kisaran 2,5±1 persen, serta menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Konsensus pasar memperkirakan BI akan mempertahankan BI Rate di level 5,75 persen. Suku bunga deposit facility dan lending facility juga diprediksi tetap masing-masing di angka 4,75 persen dan 6,5 persen.

Tekanan dari Faktor Global

Di sisi global, penguatan dolar AS terdorong oleh kebijakan The Fed yang menaikkan suku bunga acuan sekaligus memberi sinyal pengetatan moneter susulan.

Berdasarkan data CME FedWatch, ekspektasi pasar atas kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober mengalami lonjakan ke angka 55 persen, naik dari posisi 43 persen pada pekan lalu.

Dengan demikian, pergerakan rupiah dalam sesi perdagangan hari ini akan terus dipantau closely terhadap keputusan kebijakan moneter BI sekaligus respons pasar terhadap sinyal suku bunga global.

Komentar