Makassarviral.com, Makassar, Rabu, 23/09/2026 — PT PELNI (Persero) menerapkan verifikasi tiga lapis pada proses pembelian dan keberangkatan penumpang di Pelabuhan Makassar untuk memastikan keselamatan dan keakuratan manifest kapal.
Verifikasi Tiga Lapis Pastikan Manifest Akurat
Kepala Cabang PELNI Makassar Ridwan Mandaliko menjelaskan bahwa verifikasi dilakukan secara bertahap mulai dari pencocokan tiket dengan identitas penumpang, pemeriksaan melalui autogate di pelabuhan, hingga pemeriksaan ulang oleh petugas saat penumpang naik ke kapal.
Langkah ini bertujuan memastikan jumlah penumpang yang tercatat dalam manifest kapal sesuai dengan realitas, sekaligus mencegah penumpang tanpa tiket atau melebihi kapasitas kapal.
“Manifest adalah data yang menentukan keselamatan setiap orang di atas kapal. Jumlah penumpang harus sama dengan yang tercatat, dan tidak boleh melebihi kapasitas kapal,” kata Ridwan.
Sebelum kapal berangkat, tim gabungan juga melakukan sweeping di atas kapal untuk memastikan tidak ada penumpang yang belum terverifikasi atau tidak memiliki tiket.
Berdasarkan data PELNI, seluruh kapal penumpang dilengkapi dengan lifeboat dan life-raft dengan total kapasitas 61.191 orang, 70.671 life-jacket, 376 life-buoy, serta 25 Marine Evacuation System (MES).
Alat keselamatan tersebut sudah disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku, termasuk pemenuhan kapasitas sebesar 125 persen dari kapasitas maksimal kapal.
“Alat keselamatan dihitung berdasarkan kapasitas resmi kapal. Jika penumpang melebihi manifest, perlindungan yang tersedia tidak lagi mencukupi,” tegas Ridwan.
Koordinasi dengan KSOP dan Pelindo
PELANA Cabang Makassar juga memperkuat koordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Makassar serta PT Pelindo (Persero).
Koordinasi ini dilakukan melalui sinkronisasi data manifest dari tiga sumber, yakni badan usaha pelabuhan, perusahaan pelayaran, dan KSOP.
Seluruh orang yang berada di atas kapal, termasuk keluarga awak kapal yang ikut berlayar, wajib tercatat dalam manifest.
“Keselamatan penumpang adalah tanggung jawab bersama. Kami bersinergi dengan KSOP dan Pelindo mulai dari penumpang memasuki pelabuhan hingga kapal lepas sandar,” lanjut Ridwan.
Drill Kesiapsiagaan Darurat Rutin
Selain pengendalian manifest, Ridwan juga berkoordinasi langsung dengan Nakhoda dan awak kapal untuk melaksanakan latihan keadaan darurat secara berkala.
Latihan tersebut mencakup pengendalian keadaan darurat, pemadaman kebakaran, serta pertolongan dan evakuasi penumpang.
“Keselamatan tidak cukup dijamin dengan peralatan. Awak kapal harus terlatih dan tahu persis perannya ketika terjadi keadaan darurat,” ujar Ridwan.
Setiap kapal yang singgah di Makassar juga didorong untuk rutin melaksanakan drill agar respons cepat dan terkoordinasi saat keadaangan terjadi.
Fleet Safety Excellence Award 2026
Penerapan kebijakan ini sejalan dengan pelaksanaan Fleet Safety Excellence Award 2026 yang diselenggarakan oleh PELNI untuk memperkuat budaya keselamatan di seluruh armada.
Program ini mencakup empat kategori penilaian, yaitu Emergency Response & Safety Drill Excellence, Safety Leadership Recognition, Best Hazard Reporting Excellence, dan The Best Fleet Safety Award.
Sekretaris Perusahaan PELNI Ditto Pappilanda menekankan bahwa keselamatan merupakan prioritas utama dalam setiap kegiatan operasional.
“Melalui Fleet Safety Excellence Award, kami ingin membangun kesadaran bahwa keselamatan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi menjadi komitmen bersama seluruh awak kapal,” kata Ditto.
Imbauan kepada Masyarakat
PELANA Cabang Makassar mengimbau masyarakat untuk membeli tiket hanya melalui kanal resmi PELNI.
Penumpang juga disarankan untuk membawa identitas diri yang sesuai dengan data pada tiket dan datang lebih awal ke pelabuhan agar proses verifikasi berjalan lancar.
Petugas juga berharap penumpang mematuhi arahan selama proses naik dan turun kapal demi keselamatan bersama.
Dengan verifikasi ketat dan koordinasi erat dengan pihak terkait, PELNI terus berkomitmen menghadirkan layanan transportasi laut yang aman, andal, dan berkelanjutan bagi seluruh penumpang dan awak kapal.
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan juga secara berkala melakukan pengecekan terhadap seluruh alat keselamatan yang terpasang di kapal-kapal PELNI.







Komentar