Makin Kritis! Keluarga Besar, Parpol, Anggota DPRD hingga Sejumlah ASN Dikabaran Tak Percaya Bupati Gowa

Makassar1 Dilihat

Makassarviral.com, Gowa, Minggu, 23/08/2026 — Kepemimpin Bupati Gowa Husniah Talenrang dikabaran makin kritis. Sebelum Pansus Hak Angket DPRD Gowa bergulir, banyak pihak mulai tak percaya dengan Bupati.

Keluarga besar, parpol asal, anggota DPRD, hingga sejumlah ASN di lingkum Pemkab Gowa dikabaran tak percaya kepemimpin Bupati Gowa.

Keluarga besar dikabaran kecewa

Keluarga besar Bupati Gowa, termasuk semua kakak dan adik kandungnya, dikabaran kecewa sekaligus menbenakan pelanggaran etika yang dilakukan Husniah.

Mantan suaminya juga dikabaran sikap tak percaya kepemimpin Bupati Gowa.

Parpol asal Husniah, PAN, mencopot Husniah sebagai Ketua DPW PAN Sulsel.

Padahal Husniah belum cukup satu tahun menjabat setelah terpilih.

45 anggota DPRD mendatangani usulan pemakzulan

Di lembaga legislatif yang menjadi mitra strategis pemerintahan, 45 anggota DPRD kompak mendatangani usulan pemakzulan atau pemberhentian Husniah sebagai Bupati Gowa.

Termin semua parpol pengusungnya di Pilkada Gowa 2024 tak satupun yang menolak.

PANal yang pernah dipimpin Husniah di Kabupaten Gowa berdiri di depan untuk usulan pemakzulan.

Ketua Pansus Hak Angket DPRD dipimpin kader PAN, Kasim Sila, sekaligus ketua Tim Pemenangan Husniah, dikabaran berdiri di depan.

Dugaan perbuatan tercela

Belakangan Husniah dikabaran berbagai kasus, termasuk dugaan korupsi, gratifikasi, pungli, dugaan perbuatan tercela, hingga kasus dugaan keterangan palsu.

Kasus penggelapan dokumen pada proses perceraiannya dengan mantan suami juga dikabaran.

Sebelum Pansus Hak Angket DPRD Gowa bergulir, sejumlah pejabat dan ASN di lingkum Pemkab Gowa dikabaran tidak sejalan dengan Husniah.

Indikasi ini tercermin dari penonaktifan yang dilakukan Husniah kepada Sekda Gowa dan beberapa kepala dinas dengan alasan pelanggaran disiplin berat.

Lazimnya, jika ada pelanggaran berat, terlebih dahulu harus pemeriksaan atau rekomendasi inspektorat.

Inspektorat sekaligus memberi ruang klarifikasi ke pejabat yang dinilai melanggar.

Penonaktifan sementara

Penonaktifan sementara ini pelanggaran sekaligus semakin menguatkan adanya keretakan hubungan antara Bupati Gowa dan sejumlah bawahannya.

Apalagi sebelumnya, tanda-tanda adanya ketidakpercaya sejumlah ASN ke Husniah dikabaran nampak.

Beberapa pejabat dan ASN di lingkum Pemkab Gowa menjadi saksi dalam persidangan Pansus Hak Angket DPRD Gowa.

Para pejabat yang dihadirkan rata-rata mengurai dan mengeluhkan adanya dugaan perbuatan tercela yang dilakukan oleh Husniah selama ini.

Including hubungannya dengan Muhammad Basri atau Ombas yang selalu mencampuri urusan pemerintahan.

Ombas tidak terdaftar dalam struktural pemerintahan, meski selalu mencampuri.

Larangan hadiri rapat paripurna

Husniah dikabaran larangan bawahannya untuk tidak hadiri rapat paripurna DPRD Gowa terkait pembahasan laporan pertanggungjawaban APBD.

Meski larangan, Wakil Bupati, Sekda, kepala dinas, dan para camat memilih tetap hadir.

Para pejabat memilih mengedepankan kepentingan masyarakat umum dibanding menghambat laporan pertanggungjawaban APBD.

Jika laporan ini tidak diparipurnakan atau disahkan oleh DPRD, konsekuensia bisa merugikan daerah.

Forkopimda kurang kompak

Harmonisa antara Bupati Gowa dan sejumlah pimpinan Forkopimda dikabaran kurang kompak.

Indiecien semakin diperkuat di berbagai momentum kegiatan yang sangat jarang dihadiri bersamaan Bupati dan Forkopimda.

Bahkan saat momentum perayaan Hutri, rata-rata Forkopimda memilih pulang terlebih dahulu begitu upacara selesai.

Pada pergantian Kapolresta Gowa, Husniah tak pernah kelihatan di pisah sambut pejabat lama dan pejabat baru.

Begitu juga hubungan dengan Wakil Bupati Darmawangsyah Muin yang sudah jarang lagi selalu terlihat bersama.

Beberapa elemen masyarakat juga sempat menyuarakan pencopotan Bupati Gowa dengan alasan telah merugikan nama baik daerah.

Husniah menjawab

Husniah menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan di Polda Sulsel.

“Selaku kepala daerah saya melalukan penyegaran agar pemerintahan berjalan tertib,” kata Husniah menjawab, Jumat (21/8/26).

Sekda Gowa dan kepala dinas yang dinonaktifan belum berkomentar terkait hal ini.

Sekda Gowa Andy Aziz Peter mengunggah pesan di Instagram sehari setelah isu penonaktifan ramai muncul.

“Ada hal yang cukup ditinggalkan dalam diam, lalu dijawab oleh waktu. Jangan keliru dalam menilai, sebab samudra yang paling dalam selalu tampak tenang di permukaan,” tulis Aziz Peter, Sabtu (22/8/26).

Komentar