Makassarviral.com, Makassar, Rabu, 21/10/2026 — Lembaga Penjamin Simpanan mengingatkan mahasiswa Universitas Hasanuddin untuk waspadai risiko paylater dan investasi bodong sambil membangun ketahanan finansial sejak dini.
Literasi Keuangan untuk Mahasiswa Unhas
Anggota Badan Supervisi LPS Andi Timo Pangerang menyampaikan pesan ini dalam kuliah umum LIKE-It di Baruga AP Pettarani, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar.
Kegiatan berjudul Financial Resilience for the Future Membangun Generasi yang Aman, Paham, dan Terlindungi merupakan bagian dari LIKE IT Series LPS 2026.
Andi Timo mengatakan kemudahan transaksi digital harus diimbangi kemampuan mengambil keputusan bijak.
“Adik-adik mahasiswa sekarang sangat dimudahkan oleh teknologi. Semuanya tinggal klik, dan teknologi sudah banyak membantu. Namun, semakin mudah transaksi dilakukan, semakin penting pula bagi kita untuk berpikir sebelum mengambil keputusan. Kenali produk investasi, pahami risikonya, dan pilih dengan sadar,” kata Andi Timo Pangerang, Anggota Badan Supervisi LPS, Rabu, 21/10/2026.
Tiga Prinsip Pengelolaan Keuangan
Menurut Andi Timo, ketahanan finansial dapat dibangun melalui kebiasaan sederhana seperti mencatat pengeluaran dan menyusun anggaran.
Ia memperkenalkan tiga prinsip, yaitu control, protect, dan growth.
Control berarti mengendalikan keuangan dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran untuk mengevaluasi pengeluaran yang tidak mendesak.
Protect berkaitan dengan pemahaman akan keamanan produk keuangan, ketentuan penjaminan simpanan, serta cara mengenali penipuan digital.
Growth merupakan upaya mengembangkan uang melalui instrumen yang sesuai dengan tujuan, jangka waktu, dan kemampuan menanggung risiko.
Instrumen seperti deposito, emas, dan saham dapat dipelajari mahasiswa, namun pemilihan produk tidak boleh hanya mengikuti tren atau rekomendasi di media sosial.
Hindari Utang Konsumtif dan Paylater Tanpa Perhitungan
Mahasiswa disarankan menyisihkan sebagian uang saku begitu diterima, bukan hanya menabung dari sisa uang akhir bulan.
Besarnya penyesuaian dapat dilakukan sesuai kemampuan dan ditingkatkan secara bertahap saat kondisi keuangan memungkinkan.
Sebelum menggunakan paylater atau layanan pembiayaan lainnya, penting untuk menghitung kewajiban pembayaran dan memastikan kebutuhan benar-benar mendesak.
Apresiasi Rektor Unhas terhadap Program LPS
Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., mengapresiasi LPS yang memilih Unhas sebagai tuan rumah penyelenggaraan LIKE IT Series LPS 2026.
“Hari ini mahasiswa Unhas tidak belajar tentang keuangan hanya dari buku, tetapi langsung dari lembaga-lembaga yang menjaga sistem keuangan Indonesia,” kata Prof. Jamaluddin Jompa, Rektor Unhas, Rabu, 21/10/2026.
Menurutnya, mahasiswa harus mampu menilai kualitas informasi keuangan dan memahami konsekuensi setiap keputusan finansial.
Kegiatan ini juga memperkenalkan peran lembaga seperti Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian Keuangan, dan LPS dalam ekosistem keuangan nasional.
Menuju Masyarakat Tangguh Finansial
LIKE IT Series LPS 2026 mengusung tema Masyarakat Tangguh Finansial dari Literasi menuju Keputusan Keuangan yang Berkelanjutan.
Acara dihadiri Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS Farid Azhar Nasution, Anggota Komisi XI DPR RI Andi Yuliani Paris, serta sejumlah narasumber dari lembaga terkait.
Mahasiswa diharapkan tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi menerapkan literasi keuangan dalam kebiasaan sehari-hari agar lebih mandiri dan bertanggung jawab secara finansial.
