Makassarviral.com, Makassar, Senin, 05/10/2026 — Guru dengan latar belakang non-pendidikan tetap dapat memberikan nilai tambah dalam kelas dengan mengaitkan pengalaman profesional.
Pengalaman Non-Linier dalam Pendidikan
Sebagai contoh, seorang guru BK SMK Darussalam Makassar yang berijazah Sarjana Perikanan mengintegrasikan konsep ekosistem perairan ke dalam bimbingan dan konseling.
Ia menautkan laut, sungai, ikan dan lingkungan perairan ke dalam diskusi kelas bukan untuk mengajarkan perikanan melainkan untuk memperkaya proses refleksi dan umpan balik murid.
Dalam praktik Pendidikan Profesi Guru, murid membaca kasus, berdiskusi dalam kelompok, mempresentasikan gagasan dan memberikan umpan balik satu sama lain.
Salah satu kesepakatan kelas yang muncul adalah “Tidak boleh baper” yang melatih murid menerima kritik, mendengar perspektif berbeda dan memperbaiki gagasan mereka.
Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan dan pengalaman guru dapat memicu gerakan berpikir, bertanya dan berkembang walaupun latar belakang akademiknya tidak sejalan dengan materi yang diajarkan.
Linieritas pendidikan tetap penting sebagai fondasi ilmu dan kompetensi guru.
Namun fondasi tersebut tidak boleh menghapus warna pengalaman yang dimiliki seorang guru.
Profesionalitas guru terbentuk dari kombinasi pengetahuan, kompetensi, pengalaman, refleksi dan kemauan untuk terus belajar.
Dalam dunia yang kompleks dengan perubahan teknologi, lingkungan, kesehatan dan kerja, pendidikan membutuhkan guru yang mampu menghubungkan berbagai perspektif.
Dengan demikian, guru bukan hanya ditentukan oleh ijazahnya tetapi oleh apa yang dipelajarinya, dialaminya, direfleksikannya dan bagaimana hal itu digunakan untuk membantu murid tumbuh.
Linieritas adalah garis pijakan, bukan batas imajinasi.







Komentar