LIKE IT di Unhas, Mahasiswa Dibekali Pemahaman Risiko Keuangan Digital

Makassar8 Dilihat

Makassarviral.com, Makassar, Selasa, 20/10/2026 — Universitas Hasanuddin (Unhas) bersama anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) mengadakan kegiatan Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT) seri kesembilan untuk mendidik mahasiswa soal risiko keuangan digital.

Kegiatan bertema ‘Financial Resilience for the Future: Membangun Generasi yang Aman, Paham dan Terlindungi’ berlangsung di Baruga AP Pettarani, Unhas, Makassar.

LIKE IT seri kesembilan melibatkan empat lembaga anggota KSSK, yakni LPS, Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia (BI).

Materi meliputi pemahaman risiko pinjaman online (pinjol), paylater, penipuan digital, dan investasi.

Pentingnya Literasi Keuangan di Era Digital

Direktur Eksekutif Kesekretariatan dan Hubungan Lembaga Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), KM Nuruddin, menyampaikan bahwa kemudahan akses layanan keuangan digital perlu diimbangi dengan pemahaman yang memadai.

Perkembangan teknologi membuat masyarakat, khususnya generasi muda, semakin mudah mengakses produk keuangan melalui aplikasi digital dan mobile banking.

‘Fenomena sekarang memang inklusi keuangan kita itu terlalu cepat. Artinya, masyarakat sekarang akses kepada produk atau jasa keuangan itu sangat luas. Dengan klik, dengan mobile banking, masyarakat, khususnya generasi muda, cepat sekali bisa mengakses jasa atau produk keuangan tersebut,’ ujar Nuruddin, Selasa, 20/10/2026.

Namun, kemudahan ini dapat menimbulkan persoalan apabila tidak didukung kemampuan mengelola keuangan secara bijak.

Nuruddin secara khusus mengingatkan agar mahasiswa tidak mudah tergiur menggunakan pinjol dan paylater tanpa mempertimbangkan kemampuan membayar cicilan.

‘Kadang-kadang mahasiswa tertarik atau tergiur untuk menggunakan paylater, tapi kemampuan untuk melunasi atau melakukan cicilan setiap bulannya itu tidak terjangkau,’ tegasnya.

Pemahaman terhadap biaya, jadwal pembayaran, dan risiko keterlambatan menjadi penting agar penggunaan layanan keuangan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Dukungan Rektor dan Edukasi Lanjutan

Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, menekankan pentingnya membangun ketangguhan finansial sejak mahasiswa mas masih belajar di perguruan tinggi.

Menurutnya, kebiasaan mengelola keuangan secara sehat tidak harus menunggu seseorang memiliki penghasilan besar.

‘Jangan menunggu memiliki penghasilan besar. Jadi, mulai saat ini, walaupun masih mahasiswa, untuk kemudian mengelola dan mempersiapkan diri untuk kelak mengelola keuangan yang lebih baik,’ pesan Jamaluddin, Selasa, 20/10/2026.

Ia menyampaikan tiga pesan utama kepada mahasiswa: jangan menggunakan produk keuangan yang belum dipahami, mengenali risiko sebelum mengambil keputusan, dan mulai mengelola keuangan sejak dini.

Mahasiswa diharapkan mampu membedakan kebutuhan dan keinginan, membangun kebiasaan menabung, serta memahami risiko sebelum menggunakan produk keuangan maupun melakukan investasi.

Badan Supervisi LPS, Andi Timo Pangeran, turut memberikan materi tentang pengelolaan keuangan dan pentingnya memahami karakteristik produk keuangan sebelum menggunakannya.

Materi mencakup kewaspadaan terhadap penipuan digital, kebiasaan menabung, penentuan prioritas pengeluaran, serta pemahaman mengenai investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial.

Anggota Komisi XI DPR RI, Andi Yuliani Paris, memberikan edukasi mengenai fungsi pengawasan DPR terhadap lembaga keuangan.

Persiapan Program Penjaminan Polis Asuransi LPS

Selain literasi keuangan digital, Nuruddin mengungkapkan bahwa LPS tengah menyiapkan pelaksanaan program penjaminan polis asuransi.

Program ini diharapkan dapat memperkuat perlindungan pemegang polis sekaligus membantu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi.

‘Kita tahu sendiri, sekarang industri asuransi sedikit mengalami krisis kepercayaan, khususnya untuk mencari produk ataupun polis-polis baru, karena sekarang banyak terjadi kasus-kasus asuransi yang sulit bagi pemegangnya untuk mengklaim,’ jelas Nuruddin, Selasa, 20/10/2026.

Untuk mendukung pelaksanaan program, LPS menyiapkan infrastruktur dan ketentuan teknis, termasuk memperhatikan kondisi kesehatan perusahaan asuransi yang berpotensi menjadi peserta penjaminan.

Nuruddin memperkirakan sekitar 150 perusahaan asuransi berpotensi mengikuti program ini.

‘Jangan sampai saat sudah masuk ke LPS, tiba-tiba LPS itu tinggal membayari klaimnya saja. Jadi, kita harapkan industri asuransi yang masuk ke LPS itu sehat dulu,’ tegasnya.

Penyehatan industri asuransi membutuhkan koordinasi berbagai pihak, termasuk OJK, agar program penjaminan polis dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Bangun Generasi Tangguh di Masa Depan

Melalui LIKE IT, LPS dan Unhas berharap mahasiswa semakin memahami risiko keuangan digital, mampu mengelola pengeluaran secara bertanggung jawab, dan mengambil keputusan finansial berdasarkan pengetahuan yang memadai.

Penguatan literasi keuangan sejak bangku kuliah diharapkan menjadi bekal bagi generasi muda untuk menghadapi tantangan ekonomi, menjaga stabilitas keuangan pribadi, dan membangun ketangguhan finansial pada masa mendatang.