Sulseltimes.com, Jakarta, Minggu, 01/11/2026 — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan realisasi kredit program pemerintah mencapai Rp294,6 triliun hingga Minggu ini, melampaui total penyaluran sepanjang tahun 2025 sebesar Rp275,8 triliun.
Kredit Program Pemerintah Mencapai Rp294,6 Triliun
Kredit program ini telah menjangkau 4,24 juta debitur dan menunjukkan pertumbuhan produktivitas dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tengah perlambatan ekonomi global.
Dari total penyaluran, porsi Kredit Usaha Rakyat (KUR) kini mencapai 30,6%, meningkat dua kali lipat dibandingkan 2019 yang hanya 14,7%.
Sepanjang 2026, KUR telah menjangkau 4,12 juta debitur dengan penyaluran Rp265,9 triliun atau 90,1% dari target tahun ini.
“Keberhasilannya kita ukur dari usaha yang tumbuh, lapangan kerja yang tercipta, dan kesejahteraan keluarga yang meningkat,” kata Airlangga, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Minggu, 01/11/2026.
Skema Program
Saat ini terdapat lima skema kredit program yang dikembangkan pemerintah, yaitu Kredit Alsintan, Kredit Industri Padat Karya (KIPK), Kredit Program Perumahan (KPP), dan Kredit Perempuan Prasejahtera (KPPS).
Kredit Program Perumahan (KPP) ditargetkan mencapai hingga Rp50 triliun.
Kredit Perempuan Prasejahtera (KPPS) menawarkan pembiayaan hingga Rp15 juta dengan bunga flat 8%, tanpa agunan tambahan, dan disertai pendampingan.
Kualitas penyaluran juga dijaga, dengan 68% pembiayaan mengalir ke sektor produksi, dan rasio kredit bermasalah sebesar 2,14%.
Pemerintah berencana memperkuat pembiayaan produktif, mempercepat UMKM naik kelas, serta integrasi data dan digitalisasi penyaluran kredit.
Upaya ini sejalan dengan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada Minggu, 01/11/2026, dengan fokus pada kesejahteraan keuangan keluarga.
“Melalui kerja sama Pemerintah, lembaga keuangan, BUMN, sektor swasta, dan mitra pembangunan, kredit program akan semakin kuat dalam mendorong pertumbuhan yang inklusif,” kata Airlangga, Minggu, 01/11/2026.
Dengan realisasi yang melebihi target, kredit program diharapkan terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
