Makassarviral.com, Jakarta, Minggu, 01/11/2026 — Elvan Chandra Widyatama memproyeksikan Rupiah bergerak di rentang Rp 17.800 hingga Rp 18.200 per Dolar AS akhir 2026.
Proyeksi Rupiah Akhir 2026
Elvan Chandra Widyatama, analis FX CNBC Indonesia, menyatakan proyeksi tersebut dalam acara Squawk Box CNBC Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa pelemahan Rupiah didorong kombinasi faktor dalam dan luar negeri.
Pada perdagangan terbaru, Rupiah terkoreksi ke level Rp 18.170 per Dolar AS.
Indeks Saham Indonesia (IHSG) turun 0,28% ke posisi 5.251.
Menurut Elvan, indeks Dolar AS yang menguat dan pergerakan harga minyak mentah dunia menjadi penekan utama dari sisi eksternal.
Sentimen MSCI juga memicu aliran dana asing keluar dari pasar modal Indonesia.
Di sisi domestic, investor lokal mencoba melawan tekanan jual asing, namun arus keluar modal asing masih mendominasi sentimen pasar.
Elvan menilai potensi penguatan Rupiah tetap ada hingga akhir tahun, asalkan tekanan eksternal mereda.
Pemerintah dan Bank Indonesia terus memantau stabilitas nilai tukar.
Proyeksi tersebut disampaikan Elvan Chandra Widyatama, analis FX CNBC Indonesia, Minggu, 01/11/2026.
Dampak dan Prospek
Pelemahan Rupiah berpotensi meningkatkan biaya impor dan tekanan inflasi.
Pasar tetap waspada terhadap perkembangan eksternal dan kebijakan domestik.
