Bulog Sulselbar Kuasai Hampir 20 Persen Stok Beras Nasional

Berita Sulawesi

Bisnis4 Dilihat

Makassarviral.com, Makassar, Senin, 11/05/2026 — Perum Bulog Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) mencatat cadangan beras mencapai 895 ribu ton pada 2026.

Jumlah tersebut setara sekitar 17 hingga 20 persen dari total stok beras nasional yang saat ini mencapai 5,2 juta ton. Besarnya stok beras di Sulselbar menempatkan wilayah ini sebagai salah satu penyangga utama ketahanan pangan nasional, sekaligus menjadi capaian terbesar sepanjang sejarah Bulog Sulselbar.

Kontribusi Besar untuk Ketahanan Pangan Nasional

Wakil Pimpinan Perum Bulog Sulselbar Karmila Hasmi mengatakan stok pangan nasional saat ini berada dalam kondisi aman. Sulsel dan Sulbar disebut memberikan kontribusi besar terhadap penguatan cadangan pangan nasional.

“Secara data nasional kita sudah memiliki stok 5,2 juta ton, dan untuk wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat ini, stok kita saat ini mencapai 895 ribu ton. Artinya provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat memiliki cadangan kurang lebih 17-20% secara stok nasional yang ada di Indonesia,” kata Karmila Hasmi, Senin, 11/05/2026.

Menurut dia, besarnya cadangan beras tersebut menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas pangan di masa mendatang. Bulog tidak hanya fokus pada ketersediaan stok, tetapi juga menjaga stabilitas harga di tingkat produsen dan konsumen.

Karmila mengatakan stok beras yang besar juga menjadi langkah antisipasi menghadapi ancaman cuaca ekstrem dan potensi gangguan produksi pangan. Fenomena El Nino berkepanjangan disebut telah diantisipasi melalui penguatan cadangan pangan di gudang Bulog.

“Kita sudah antisipasi dengan adanya El Nino Godzilla ini, di mana diperkirakan hanya tiga bulan, tetapi fenomenanya mungkin akan sampai 6 bulan ke depan,” katanya.

Ia menyebut cadangan beras Sulselbar saat ini diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan pangan hingga pertengahan 2027. Sebagian stok juga telah disalurkan untuk mendukung kebutuhan pangan di kawasan timur Indonesia.

“Secara data kita melihat stok bulog itu 895 ribu ton, itu bisa bertahan sampai dengan bulan Juni 2027, artinya sudah hampir setahun, jadi kita tidak perlu ragu, tidak perlu khawatir. Ini pun kita sudah kirim ke kawasan timur, tetapi yakin menurut saya ini sangat aman,” tegas Karmila.

Penambahan Kapasitas Penyimpanan dan Implikasi

Besarnya stok pangan tersebut membuat Bulog harus menambah kapasitas penyimpanan melalui kerja sama gudang mitra. Kapasitas gudang existing di Sulsel saat ini disebut hanya mencapai 364 ribu ton.

“Kalau untuk stok gudang existing yang ada di Sul-Sel, yaitu 364 ribu ton kapasitas gudangnya. Tapi dengan adanya stok yang banyak ini, Bulog tidak hanya berhenti di situ, Bulog terus melakukan pencarian gudang yaitu dengan cara sewa gudang atau kerja sama dengan mitra,” pungkasnya.

Dengan cadangan beras yang mencapai hampir 20 persen dari stok nasional, Sulselbar menjadi salah satu wilayah penyangga utama ketahanan pangan Indonesia.

Langkah antisipasi terhadap El Nino dan pengiriman ke kawasan timur menunjukkan kesiapan Bulog dalam menjaga stabilitas pangan nasional.