MakassarViral.com, Makassar, Kamis, 05/02/2026 — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mendorong penguatan kolaborasi antara Pemerintah Kota Makassar dan Dewan Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Makassar, khususnya dalam pengembangan sektor pendidikan di Kota Makassar.
Dorongan tersebut disampaikan Munafri Arifuddin saat menghadiri Pelantikan dan Rapat Kerja Nasional Dewan Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Makassar Masa Jabatan 2026–2030.
Kegiatan tersebut digelar di Hotel Aryaduta Makassar pada Kamis, 05/02/2026.
Kolaborasi Jadi Kunci Hadapi Persoalan Kota
Munafri Arifuddin menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi kompleksitas persoalan perkotaan.
Ia menyebut jumlah penduduk Kota Makassar yang mencapai sekitar 1,4 juta jiwa menuntut pendekatan kolaboratif lintas sektor.
Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi dan alumni menjadi bagian penting dalam merumuskan solusi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Persoalan Kota Makassar tidak cukup ditangani hanya oleh pemerintah,” ujar Munafri Arifuddin.
Ia menekankan perlunya kolaborasi yang kuat agar kebijakan yang diambil tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga solutif.
Arah Pemerintahan Berdampak Nyata
Munafri Arifuddin menjelaskan arah kepemimpinan Pemerintah Kota Makassar yang mengusung konsep impactful government.
Ia menyebut setiap kebijakan harus memiliki dampak nyata dan terukur bagi masyarakat.
Penyelesaian persoalan kota, menurutnya, harus berbasis kajian akademik yang kuat.
Selain itu, kebijakan perlu memiliki landasan regulasi yang jelas dan dilaksanakan secara bersama-sama.
Pendekatan tersebut dinilai mampu memastikan pembangunan berjalan efektif dan berkelanjutan.
Peluang Kerja Sama di Sektor Pendidikan
Di sektor pendidikan, Munafri Arifuddin mencontohkan peluang kolaborasi yang dapat memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Ia menilai kerja sama dengan sekolah-sekolah dasar Muhammadiyah dapat menjadi solusi atas keterbatasan ruang kelas.
Melalui skema tersebut, peran sekolah swasta tetap terjaga.
Sementara pembiayaan peserta didik dapat ditanggung oleh Pemerintah Kota Makassar.
“Solusi sosial tidak perlu besar, tetapi dampaknya harus nyata bagi masyarakat,” kata Munafri Arifuddin.
Ia menambahkan bahwa di sinilah peran akademisi dan alumni dibutuhkan untuk membedah persoalan secara objektif.
Forum Bersama Bahas Persoalan Kota
Munafri Arifuddin juga membuka ruang kolaborasi di berbagai sektor lainnya.
Ia menyebut sektor pendidikan, infrastruktur, dan persoalan sosial menjadi bidang yang dapat dikerjakan bersama.
Kolaborasi tersebut dapat diwujudkan melalui forum-forum bersama antara Pemkot Makassar, Universitas Muhammadiyah Makassar, dan DPP IKA.
Forum tersebut diharapkan mampu mengidentifikasi persoalan kota sekaligus merumuskan solusi secara kolaboratif.
Dorong Peran Aktif Alumni
Munafri Arifuddin menyampaikan harapannya agar alumni dan sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Makassar terlibat aktif dalam pembangunan kota.
Ia menilai banyak alumni yang memiliki kapasitas, kompetensi, dan pengalaman di berbagai bidang strategis.
Keterlibatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas kebijakan publik di Kota Makassar.
Munafri juga mengucapkan selamat kepada jajaran pengurus DPP IKA Unismuh Makassar Masa Jabatan 2026–2030 yang baru dilantik.
Ia berharap kepengurusan baru ini dapat menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Makassar.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong pembangunan yang berdampak langsung dan dirasakan masyarakat luas.
Dorongan kolaborasi antara Pemerintah Kota Makassar dan DPP IKA Unismuh menegaskan arah pembangunan berbasis kemitraan dan kajian akademik. Dengan melibatkan alumni dan perguruan tinggi, Pemkot Makassar menargetkan kebijakan yang lebih solutif, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
