UMKM Di Era AI: Pergeseran Dari Go Digital Ke Go Intelligent

Makassar2 Dilihat

Makassarviral.com, Makassar, Kamis, 01/10/2026 — Pelaku UMKM didorong beralih dari Go Digital ke Go Intelligent dengan memanfaatkan AI untuk pengambilan keputusan dan inovasi bukan sekadar promosi.

Pergeseran Paradigma UMKM Di Era Kecerdasan Buatan

Perubahan teknologi mendorong kewirausahaan beradaptasi agar tetap relevan.

Toko fisik bergeser ke marketplace dan spanduk berganti media sosial.

Transaksi tunai beralih ke QRIS dan AI hadir membantu membaca pasar.

Penentu masa depan UMKM bukan jumlah teknologi yang digunakan tetapi seberapa jauh teknologi mengubah cara berwirausaha.

Fokus kini bukan sekadar go online tetapi go productive dan go competitive.

Kesenjangan Adopsi AI Masih Tinggi

Menteri UMKM pada Juli 2026 menyebut lebih dari 90 persen pelaku UMKM Indonesia belum memanfaatkan AI secara optimal dalam proses bisnisnya kata Markus L Sabarofek Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Barat dan Mahasiswa Program Doktoral Administrasi Publik Universitas Negeri Makassar Kamis 01/10/2026.

Teknologi sudah tersedia tetapi kemampuan mengubahnya menjadi nilai ekonomi belum merata.

Sebagian UMKM menggunakan media sosial namun belum memanfaatkan data untuk memahami pelanggan.

Penggunaan AI terbatas pada pembuatan konten padahal bisa untuk membaca tren pasar dan pengambilan keputusan.

INDEF mencatat jumlah usaha di e-commerce mencapai lebih dari 4,4 juta unit namun pertumbuhan nilai transaksi melambat kata Markus L Sabarofek Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Barat dan Mahasiswa Program Doktoral Administrasi Publik Universitas Negeri Makassar Kamis 01/10/2026.

Konsentrasi marketplace biaya platform logistik dan pemasaran digital menekan margin.

UMKM juga menghadapi persaingan produk impor melalui platform digital.

AI Sebagai Instrumen Inovasi Bukan Hanya Alat Bantu

Model kewirausahaan perlu bergeser dari Go Digital menuju Go Intelligent.

AI seharusnya menjadi bagian dari proses berpikir dan pengambilan keputusan bisnis.

Pelaku UMKM perlu belajar menggunakan teknologi untuk menemukan peluang dan menguji gagasan.

Pandangan ini sejalan dengan Schumpeter yang menempatkan inovasi sebagai kemampuan menciptakan kombinasi baru dalam kegiatan ekonomi kata Markus L Sabarofek Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Barat dan Mahasiswa Program Doktoral Administrasi Publik Universitas Negeri Makassar Kamis 01/10/2026.

Menjadi digital belum tentu berarti inovatif.

Inovasi terjadi ketika teknologi melahirkan cara baru menciptakan nilai.

Drucker menegaskan inovasi perlu dikelola sistematis dengan melihat perubahan sebagai sumber peluang.

Konsep Dynamic Capabilities dari Teece Pisano dan Shuen menegaskan UMKM butuh kemampuan sensing seizing dan reconfiguring.

AI dapat digunakan untuk membaca tren pasar menguji ide produk memperkirakan kebutuhan stok dan memahami pelanggan.

Pada titik ini AI menjadi instrumen inovasi dan penguat daya saing.

Tantangan Infrastruktur Dan Ekosistem Pendukung

Transformasi ke Go Intelligent tidak mudah.

INDEF 2026 menunjukkan adopsi digital usaha mikro dipengaruhi infrastruktur keterjangkauan internet literasi keterampilan digital akses keuangan dan kondisi sosial ekonomi kata Markus L Sabarofek Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Barat dan Mahasiswa Program Doktoral Administrasi Publik Universitas Negeri Makassar Kamis 01/10/2026.

UMKM tidak cukup diminta beradaptasi tanpa ekosistem yang mendukung.

Infrastruktur harus tersedia pembiayaan mudah diakses pendampingan diperkuat literasi digital ditingkatkan dan akses pasar dibuka.

Masa Depan UMKM Bergantung Pada Kebijaksanaan Manfaatkan Teknologi

Agenda pengembangan UMKM harus bergerak dari Go Digital ke Go Intelligent.

Go Digital membuat UMKM terhubung dengan teknologi.

Go Intelligent mendorong UMKM menggunakan teknologi data kreativitas dan AI untuk belajar beradaptasi mengambil keputusan dan menciptakan nilai baru.

Pergeseran ini penting agar digitalisasi bukan hanya perubahan alat tetapi perubahan cara berpikir dan berwirausaha.

Pertanyaan penting bukan apakah manusia digantikan mesin tetapi apakah manusia mampu menggunakan mesin menciptakan sesuatu lebih bernilai.

Masa depan milik mereka yang paling bijak menentukan untuk apa teknologi digunakan.

Teknologi boleh mengubah cara berusaha tapi jangan mengubah alasan berusaha yaitu menciptakan nilai membangun kehidupan dan memberi manfaat bagi sesama.