Prabowo Undang Para Mantan Presiden dan Wapres, Jokowi hingga SBY Hadiri Pertemuan di Istana

Daerah4 Dilihat

mediasulsel.id – JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mengundang para mantan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia dalam sebuah pertemuan silaturahmi yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/3/2026) malam. Agenda tersebut menjadi ruang diskusi strategis sekaligus mempererat komunikasi antar pemimpin lintas generasi.

Sejak pukul 19.00 WIB, para tokoh bangsa mulai berdatangan ke Istana. Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla menjadi yang pertama tiba. Disusul kemudian Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Wakil Presiden ke-11 RI Boediono, serta Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin.

Kedatangan para mantan pemimpin negara tersebut disambut oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang kemudian mengantar mereka memasuki Istana Merdeka.

Prabowo juga secara langsung menyambut kedatangan SBY dengan hangat. Keduanya tampak saling memberi salam hormat sebelum berbincang singkat dan melanjutkan pertemuan di dalam Istana. Acara tersebut turut dihadiri Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka serta sejumlah ketua umum partai politik.

Bahas Perkembangan Geopolitik

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menjelaskan bahwa pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi Ramadan, tetapi juga membahas situasi global terkini.

Menurut Dasco, Presiden Prabowo ingin menyampaikan perkembangan terbaru terkait dinamika geopolitik internasional, khususnya setelah dirinya kembali dari kunjungan luar negeri. Dalam forum tersebut, Prabowo juga membuka ruang untuk mendengar pandangan dan masukan dari para presiden dan wakil presiden terdahulu.

Masukan tersebut diharapkan menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan langkah strategis serta mitigasi menghadapi berbagai tantangan global yang berpotensi berdampak pada Indonesia.

Pertemuan lintas generasi ini mencerminkan upaya menjaga kesinambungan kepemimpinan nasional sekaligus memperkuat konsolidasi dalam menghadapi dinamika global yang terus berkembang.

source