MakassarViral.com, Makassar, Kamis, Mei 21, 2026 — Maraknya penggunaan jasa babysitter di Makassar kini menimbulkan ancaman baru. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sulawesi Selatan mencatat peningkatan laporan kekerasan seksual yang melibatkan pengasuh anak dalam beberapa bulan terakhir. Modus yang digunakan mulai dari bujuk rayu hingga ancaman.
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sulawesi Selatan mengungkapkan modus babysitter sebagai celah baru kejahatan seksual di Makassar pada Kamis, Mei 21, 2026. Sejumlah kasus terdeteksi melibatkan pengasuh anak. “Kami mendapati laporan kekerasan seksual yang dilakukan oleh babysitter,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sulawesi Selatan, Andi Surya.
Kepala DP3A Sulsel, Andi Surya, menjelaskan bahwa pelaku biasanya memanfaatkan kepercayaan orang tua yang sibuk bekerja. “Mereka mendekati anak secara perlahan, lalu melakukan tindakan asusila saat orang tua tidak di rumah,” ujarnya, Kamis, Mei 21, 2026. Dinas mengimbau orang tua untuk lebih selektif dalam memilih babysitter, termasuk memeriksa latar belakang dan rekam jejak.
DP3A Sulsel bekerja sama dengan kepolisian untuk memperketat pengawasan dan memberikan edukasi kepada masyarakat. Selain itu, Dinas mendorong pembentukan sistem registrasi babysitter yang terintegrasi. “Kami sedang merancang database pengasuh anak agar lebih mudah dilacak jika terjadi pelanggaran,” tambah Andi Surya. Masyarakat diharapkan melaporkan segera jika mencurigai adanya tindakan mencurigakan.
Fenomena ini menjadi peringatan bagi seluruh orang tua di Makassar untuk tidak lengah. Kesadaran dan pengawasan aktif dari keluarga merupakan kunci utama mencegah kejahatan serupa.
