Insentif Hingga Rp100 Juta, Kecamatan Bontoala Siap Libatkan RT/RW Dukung Perogram Makassar Bebas Sampah

Terdepan Mengabarkan

Pemerintahan19 Dilihat

MAKASSAR, VIRAL – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memberikan tantangan sekaligus pekerjaan rumah (PR) khusus kepada RT dan RW agar serius melakukan pemilahan serta pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing. Keseriusan tersebut akan menjadi indikator utama penilaian RT/RW terbaik yang berhak memperoleh penghargaan dan insentif dengan nilai hingga Rp100 juta per tahun.

Hal itu disampaikan Munafri Arifuddin, yang akrab disapa Appi, saat menutup Festival Daur Bumi dalam rangka pelaksanaan Program Makassar Bebas Sampah 2029, yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar di Balai Prajurit Jenderal M. Yusuf, Jalan Jenderal Sudirman, Minggu (14/12/2025).

Dalam sambutannya, Appi menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa lagi diselesaikan di hilir. Menurutnya, pengelolaan harus dimulai dari hulu, yakni dari lingkungan RT dan RW sebagai unit terkecil pemerintahan. “RT dan RW harus mulai menyiapkan pengelolaan sampah yang baik di lingkungannya masing-masing. Ini akan menjadi indikator penilaian RT/RW terbaik sehingga bisa mendapatkan penghargaan dan insentif yang tinggi,” tegas Appi.

Ia mengungkapkan, Pemerintah Kota Makassar menyiapkan insentif besar bagi RT yang mampu menjalankan pengelolaan sampah secara konsisten dan berkelanjutan. “Minimal 20 RT terbaik akan kita berikan insentif sebesar Rp100 juta per RT dalam satu tahun,” jelasnya.

Menurut Appi, anggaran tersebut justru lebih efisien dibandingkan biaya besar yang harus dikeluarkan pemerintah apabila persoalan sampah tidak diselesaikan sejak dari sumbernya. “Kalau kita tidak selesaikan dari hulu, biaya yang dikeluarkan akan jauh lebih besar dan bahkan bisa menimbulkan persoalan sosial yang serius,” tuturnya.

Sementara itu, Camat Bontoala, Andi Akhmad Muhajir Arif, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung penuh Program Makassar Bebas Sampah 2029, khususnya melalui penguatan peran RT, RW, dan generasi muda.

Menurutnya, pengelolaan sampah berbasis wilayah merupakan langkah strategis untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat. “Arahan Bapak Wali Kota menjadi motivasi besar bagi kami di kecamatan. Di Bontoala, kami siap mendorong RT dan RW agar lebih aktif mengelola sampah dari sumbernya serta melibatkan pemuda sebagai penggerak perubahan,” ujar Andi Akhmad Muhajir Arif.