Gubernur Sulbar Terima Penghargaan Adat dari Pemangku Arajang Balanipa

Makassar5 Dilihat

Makassarviral.com, Polman, Kamis, 06/08/2026 — Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka menerima penghargaan serta gelar kehormatan dari pemangku adat Arajang Balanipa Mandar di Kecamatan Tinambung.

Pengukuhan Budaya di Tanah Mandar

Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka menghadiri acara pengukuhan adat yang diselenggarakan oleh pemangku adat Arajang Balanipa Mandar.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah kepala daerah dan unsur forum koordinasi pimpinan daerah.

Maradia Arajang Balanipa Mandar H Bau Arifin Malik Pattana Endeng menyatakan penghargaan ini diberikan karena gubernur telah terbukti memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Gubernur dan bupati setempat juga dikukuhkan sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat adat dan budaya Balanipa Mandar.

Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka menyampaikan pengukuhan budaya memiliki arti penting dalam melestarikan warisan leluhur di tanah Mandar.

Lembaga adat diharapkan mampu menjadi mitra pemerintah sekaligus penyejuk dalam kehidupan bermasyarakat.

“Apalagi sebagai mitra pemerintah dan sekaligus juga menjadi penyejuk di dalam kehidupan bermasyarakatan dan bisa berfungsi menyelesaikan berbagai persoalan-persoalan yang ada di masyarakat,” kata Suhardi Duka, Gubernur Sulawesi Barat, Kamis, 06/08/2026.

Komitmen Dukungan dan Pembangunan Istana Kerajaan

Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kemajuan adat dan budaya di daerah tersebut.

Gubernur Suhardi Duka menyampaikan rasa terima kasih yang tulus atas penganugerahan gelar kehormatan Sulo Tappidena Balanipa.

“Saya sampaikan terima kasih yang tulus kepada Arajang dan Kerapatan Balanipa atas penganugerahan gelar kehormatan Sulo Tappidena Balanipa kepadanya, saya selaku Gubernur gelar ini saya terima dengan rasa syukur dan rendah hati,” kata Suhardi Duka, Gubernur Sulawesi Barat, Kamis, 06/08/2026.

Pemerintah provinsi juga berencana membangun kembali istana kerajaan Balanipa secara bertahap.

Fasilitas tersebut nantinya diproyeksikan sebagai pusat pengembangan budaya, tempat belajar, penelitian, serta destinasi wisata budaya.