Arum Spink Sebut Sikap Umy Asyiatun Khadijah Cerminkan Kedewasaan Politik

Makassar2 Dilihat

Arum Spink Sebut Sikap Umy Asyiatun Khadijah Cerminkan Kedewasaan Politik

Sulseltimes.com, Makassar, Selasa, 13/10/2026 — Politisi senior Bulukumba Arum Spink menilai sikap mantan Ketua DPRD Bulukumba Umy Asyiatun Khadijah yang menghadiri pelantikan Andi Suriadi mencerminkan kedewasaan berpolitik.

Arum menyampaikan apresiasi melalui tulisan berjudul “Umy, dan Cara Terhormat Meninggalkan Kursi Kekuasaan”.

Menurut Arum kehadiran Umy dalam pelantikan tersebut menjadi hal menarik terutama karena ia sebelumnya menduduki posisi Ketua DPRD Bulukumba.

“Yang menarik bagi saya justru pilihan Umy untuk tetap hadir dalam pelantikan penggantinya,” tulis Arum.

Umy sebenarnya memiliki pilihan untuk tidak menghadiri pelantikan namun ia memilih hadir dan memberikan ucapan selamat kepada Andi Suriadi.

Bagi Arum tindakan itu menunjukkan bahwa perbedaan pandangan dalam politik tidak harus menghilangkan sikap saling menghormati.

Dinamika Pergantian Ketua DPRD

Dalam tulisannya Arum menyinggung dinamika yang mengiringi pergantian posisi Ketua DPRD Bulukumba.

Sejumlah pemberitaan sebelumnya menyebut Umy mempertanyakan alasan pergantiannya selain itu muncul informasi mengenai dugaan permintaan pengunduran diri terhadap dirinya.

Pimpinan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyebut pergantian tersebut sebagai bagian dari penyegaran organisasi.

Arum mengaku tidak ingin masuk lebih jauh ke dalam perbedaan pandangan tersebut.

Menurutnya setiap partai memiliki mekanisme organisasi sedangkan kader tetap memiliki hak untuk memperoleh penjelasan dan menyampaikan keberatan.

Menghormati proses kelembagaan tidak selalu berarti menyetujui seluruh alasan yang melatarbelakangi keputusan tersebut.

“Seseorang tetap bisa berbeda pendapat tanpa harus kehilangan kesantunan,” tulisnya.

Arum juga menanggapi spekulasi mengenai kemungkinan Umy meninggalkan PKS menurutnya keputusan tersebut merupakan hak politik Umy sehingga tidak perlu didahului oleh berbagai dugaan.

Ia berharap pengalaman pergantian jabatan itu tidak mematahkan semangat Umy untuk terus berkontribusi bagi masyarakat.

Kepemimpinan Perempuan dan Makna Kedewasaan Politik

Arum menempatkan pengalaman Umy dalam konteks kepemimpinan perempuan di Sulawesi Selatan.

Ketua DPRD perempuan pertama di Bulukumba ini dinilai telah menorehkan pencapaian penting sebagai perempuan pertama yang dipercaya memimpin DPRD Bulukumba.

Selain Umy Arum menyebut Andi Tenri Walinonong yang memimpin DPRD Kabupaten Bone sebagai bagian dari perjalanan kepemimpinan perempuan di daerah.

Apresiasi terhadap Umy kali ini bukan semata-mata karena pencapaiannya ketika menjabat sebagai ketua melainkan juga karena sikapnya saat harus meninggalkan jabatan tersebut.

Kedewasaan politik tidak selalu ditentukan oleh usia maupun kemampuan seseorang mempertahankan kekuasaan.

Cara menghadapi pergantian jabatan juga menjadi bagian penting dalam menilai kematangan seseorang dalam berpolitik.

“Ada orang yang terlihat besar ketika menduduki kursi kekuasaan. Ada pula yang justru memperlihatkan kebesarannya ketika harus berdiri meninggalkannya,” tulis Arum.

Menurutnya berakhirnya masa jabatan tidak berarti berakhir pula kesempatan seseorang untuk mengabdi kepada masyarakat.

Umy masih memiliki perjalanan politik yang panjang dan kesempatan untuk mengambil peran dalam berbagai bidang pengabdian.

Dampak dan Kesimpulan

Di akhir tulisannya Arum menyampaikan ucapan selamat kepada Andi Suriadi yang kini mengemban amanah sebagai Ketua DPRD Bulukumba.

Ia berharap kepemimpinan baru tersebut dapat memperkuat peran DPRD sebagai lembaga perwakilan rakyat dan semakin memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Arum menegaskan cara seseorang menyikapi kehilangan jabatan dapat menjadi cerminan kedewasaan politik.

Kehormatan tidak hanya terlihat ketika seseorang menduduki posisi strategis tetapi juga ketika mampu meninggalkannya dengan tetap menjaga sikap dan menghormati orang lain.

Melalui tulisannya Arum memberikan penghargaan kepada Umy yang dinilai menunjukkan bahwa perbedaan dan pergantian kekuasaan tidak harus berujung pada permusuhan.

Baginya meninggalkan jabatan secara terhormat merupakan bagian dari kematangan dalam perjalanan politik seseorang.